Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Balita Dianiaya Pembantu Hingga Kulit Memar dan Melepuh, Ini Penyebabnya…

A. Daroini
×

Balita Dianiaya Pembantu Hingga Kulit Memar dan Melepuh, Ini Penyebabnya…

Sebarkan artikel ini
penganiayaan balita

Surabaya, Memo.co.id

Karena kesibukannya, orangtua tidak bisa mengasuh anak balitanya sendiri. Keduanya membayar tetangga untuk dijadikan pembantu anaknya. Karena balita tersebut hiperaktif dan sering rewel, pembantu tersebut tak kuasa membendung emosinya. Balita itu dihajar hingga memar. Diolesi minyak kayu putih, bukannya sembuh malah melepuh.

Pembantu yang dilaporkan ke polisi itu namanya Rina Kustianingsih, usia 41 tahun. Ayah dari balita berusia 4 tahun itu, bernama Abdul Munif, usia 46 tahun.

Bekerja sebagai sopir travel Surabaya- Bali. Sedang ibu korban bekerja di Kalimantan. Nyaris kedua orangtua balita itu tidak bisa mengasuk anak balitanya, karena pekerjaan masing masing.

Karena tidak bisa merawat anak balitanya itulah, kedua orang tua tersebut akhirnya minta bantuan pada tetangga. Kebetulan, salah satu tetangga bernama Rina Kustianingsih bersedia. Dia digaji 1,2 juta tiap bulan. Tugasnya hanya merawat anaknya berusia 4 tahun tersebut.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal mengatakan, kedua orang tua korban, bekerja di luar kota sehingga tak bisa mengasuh anaknya. Aneknya memang hiperaktif. “Korban ini dititipkan oleh orang tuanya ke tersangka,” ujar Kapolrestabes Surabaya.

Tersangka adalah penjaga sebuah warung milik Sulis, di Jalan Lidah Wetan Surabaya. Kebetulan Rina juga masih tetangga hingga rumahnya tidak jauh dari warung itu. Awalnya, yang menawari pekerjaan adalah Sulis dan tersangka Rina bersedia dengan upah 1,2 juta per bulan.

Penganiayaan dilakukan berawal dari rewelnya korban yang tak mau tidur. Korban yang memang berkebutuhan khusus (hiperaktif) terus saja tak mau diam sehingga membuat tersangka jengkel.Karena rewel, Rina kesal. Dia hyabis kesabarannya hingga memukul ke bagian wajah dan dada bocah malang itu. Pukulan tersebut meninggalkan bekas lebam.

Rupanya, pengasuh balita bernama Rina tersebut tak ingin bekas memar memarnya diketahui oleh keluarga korban. Rina Kustianingsih mencari minyak kayu putih kemudian membalurkan minyak tyersebut agar memar memarnya hilang. Namun, yang tejadi sebaliknya. Dibalur dengan minyak kayu putih, memarnya malah terlijat hingga kullit balita itu melepuh.

Mengetahui anaknya menjadi korban penganiayaan pengasuh anaknya, Abdul Munif melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Surabaya. Kini kasusnya ditangani petugas di POlrestabes. Pengasuh balita itu dijebloskan ke tahanan. ( mar )

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini