Example floating
Example floating
Home

Bahlil Lahadalia dan Luhut B. Panjaitan Hadapi Tom Lembong

Alfi Fida
×

Bahlil Lahadalia dan Luhut B. Panjaitan Hadapi Tom Lembong

Sebarkan artikel ini
Bahlil Lahadalia dan Luhut B. Panjaitan Hadapi Tom Lembong
Bahlil Lahadalia dan Luhut B. Panjaitan Hadapi Tom Lembong

MEMO

Kontroversi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Thomas T. Lembong, yang terlibat dalam tim Calon Presiden Anies Baswedan, mencuat setelah pernyataan tajam terkait praktik “contekan” dan pandangan berbeda mengenai baterai mobil listrik Tesla.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Respons Menteri Maritim Luhut B. Panjaitan dan Bahlil mengungkap perbedaan pendapat dalam pelayanan kepada Presiden Joko Widodo. Artikel ini mengupas ketegangan politik yang melibatkan isu kontroversial dan perkembangan terbaru.

Menteri Investasi vs. Thomas T. Lembong!

Ketegangan muncul dalam pernyataan Thomas T. Lembong terkait kebiasaannya membuat contekan bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berpidato di forum internasional, memicu respons tajam dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia dan Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Thomas T. Lembong, yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Perdagangan dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada masa pemerintahan Jokowi, sekarang terlibat dalam tim Calon Presiden Anies Baswedan dan Wakil Muhaimin Iskandar.

Pada debat bersama Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Tom Lembong menjadi sorotan ketika Gibran menyebut namanya berkali-kali, mengungkapkan keraguan terkait dukungan terhadap LFP (Lithium-Ferro-Phosphate) dan menyinggung aktivitas “contekan” yang sering dilakukan Tom untuk Jokowi.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Usai debat, Tom Lembong menyambut positif perhatian yang diberikan Gibran, mengklaim bahwa selama 7 tahun ia telah membuat contekan dan menulis pidato bagi Presiden Jokowi. Namun, pernyataan ini memicu reaksi keras dari Menteri Investasi Bahlil Lahadalia.

Bahlil menegaskan bahwa dalam konteks investasi, eksekusi tindakan nyata lebih penting daripada sekadar pidato. Ia menyoroti bahwa pembantu presiden, termasuk mantan menteri, seharusnya fokus pada pelayanan kepada presiden dan bukan merasa pintar memberikan konsep.

Kontroversi Contejan dan Perang Pernyataan di Dunia Politik Indonesia

Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan juga ikut memberikan tanggapannya, menyatakan bahwa pernyataan Tom Lembong terkait contekan tidak pantas. Luhut menekankan bahwa setiap kepala negara biasanya menugaskan orang-orang untuk membantu dalam forum besar, termasuk Presiden Jokowi yang menugaskan Tom Lembong pada beberapa kesempatan.

Kontroversi ini tidak hanya terbatas pada isu “contekan,” tetapi juga merambah ke masalah baterai listrik. Luhut membantah klaim Tom Lembong bahwa baterai mobil listrik Tesla pabrikan China sudah tidak menggunakan komponen nikel lagi dan telah beralih ke LFP.

Luhut menyatakan bahwa sebagian baterai Tesla di Shanghai masih menggunakan komponen berbasis nikel dari LG Korea Selatan.

Bahlil juga membantah klaim tersebut, menyebut bahwa industri otomotif global masih banyak yang menggunakan baterai berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) untuk mobil listriknya, dengan performa jarak tempuh yang lebih baik daripada baterai berbasis LFP.

Kontroversi ini menciptakan ketegangan di tengah persaingan politik, dan saat ini belum ada tanggapan dari pihak Tom Lembong, Anies Baswedan, atau Cak Imin. Mereka dijadwalkan untuk kembali hadir dalam Debat Capres dan Cawapres pada 4 Februari 2024.

Pergulatan Politik dan Ketegangan Kontroversial: Konflik Pernyataan Antara Bahlil Lahadalia dan Thomas T. Lembong Dalam Konteks Investasi dan Baterai Tesla

Meskipun Thomas T. Lembong merespons dengan positif atas sorotan yang diberikan oleh Calon Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, konfrontasi semakin memanas ketika Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyoroti pentingnya eksekusi nyata dalam konteks investasi, bukan sekadar pidato.

Menko Maritim dan Investasi Luhut B. Panjaitan juga menegaskan bahwa pernyataan Lembong terkait “contekan” tidak pantas, sementara isu baterai Tesla semakin memperuncing pertentangan. Kontroversi ini menyoroti perbedaan pandangan dalam pelayanan kepada kepala negara.