Jakarta, Memo |
Angka pengangguran meningkat drastis dengan jumlah melebihi jumlah orang miskin. Data di tahun 2020, angka kemiskinan terjadi peningkatan sebesar 1,13 juta atau dalam prosentase angka kenaikan 0,14 %. Sementara itu, angka pengangguran , pada tahun yang sama, terdapat peningkatan sebanyak 3 juta, atau dalaM prosentase mencapai 2,2 %.
Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026
Pemicunya adalah pandemi Covid 19. Dengan pandemi yang mendera seluruh dunia, di Indonesia, banyak terjadi pemutusan hubungan kerja. Gaji buruh pabrik dan karyawan yang selama ini banyak dikeluhkan, bukan menjadi naik atau mengarah ke perbaikan. Melainkan malah terjadi PHK di mana mana.
Pandemi Covid-19 menyebabkan tingkat pengangguran di Indonesia bertambah. Tidak sedikit pekerja yang terpaksa menerima kebijakan pemutusan hubungan kerja (PHK) dari perusahaan pada tahun 2020 lalu.
Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengungkapkan, peningkatan jumlah pengangguran terbuka jauh lebih signifikan dibandingkan tingkat kemiskinan .
“Kalau tingkat kemiskinan kita ingat di 2020 yaitu peningkatannya 1,13 juta atau sektar 0,41% dan pengangguran terbuka peningkatannya 3 juta atau 2,2%,” ungkapnya dalam acara CORE Media Discussion secara virtual, Senin (3/5/2021).
Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April












