Blitar, memo.co.id
Kabar baik datang dari jalanan Kota Blitar. Sepanjang tahun 2025, angka kecelakaan lalu lintas tercatat mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data ini dirilis Polres Blitar Kota dalam evaluasi akhir tahun kinerja lalu lintas.
Baca Juga: BGN Turun Tangan, Puluhan SPPG di Blitar Raya Ditutup Karena Tak Penuhi Standar
Wakil Kepala Polres Blitar Kota, Kompol Subiyantana, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 terjadi 456 peristiwa kecelakaan lalu lintas. Jumlah tersebut turun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 499 kejadian, atau menurun sekitar 8,6 persen.
“Terjadi penurunan jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang 2025 dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Kompol Subiyantana, Senin (29/12).
Baca Juga: Budayawan Jatim Dorong Pemerintah Wajibkan Indonesia Raya 3 Stanza di Upacara dan Media
Tak hanya jumlah kejadian, angka korban jiwa juga menunjukkan tren positif. Jika pada tahun 2024 korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 102 orang, maka di tahun 2025 angka tersebut turun drastis menjadi 68 orang, atau berkurang sekitar 33 persen.
Sementara itu, korban luka berat sepanjang 2025 tercatat hanya dua orang. Penurunan juga terjadi pada sisi kerugian materiil. Total kerugian akibat kecelakaan lalu lintas di tahun ini mencapai sekitar Rp293 juta, lebih rendah dibandingkan tahun 2024 yang menembus Rp330,5 juta.
Baca Juga: Program MBG Resmi Bergulir di Sananwetan, SPPG Sananwetan Gedog 3 Jangkau 13 Sekolah
“Untuk kerugian materiil di tahun ini menurun sekitar Rp293 juta dibanding tahun 2024 sebanyak Rp330,5 juta,” tambahnya.
Kompol Subiyantana menilai, capaian tersebut tidak lepas dari peningkatan pengawasan, penegakan hukum lalu lintas, serta berbagai upaya preventif yang dilakukan jajaran kepolisian. Selain itu, ia juga menekankan peran penting meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Menurutnya, kolaborasi antara aparat dan pengguna jalan menjadi kunci utama terciptanya kondisi lalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah Kota Blitar.
Di tengah padatnya aktivitas dan mobilitas warga, penurunan angka kecelakaan ini menjadi sinyal bahwa jalan raya bisa lebih ramah—asal disiplin tidak hanya ditegakkan, tetapi juga dipahami sebagai kebutuhan bersama.*












