Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Aksi Demonstrasi Berujung Ricuh di Patung Kuda Monas!

Alfi Fida
×

Aksi Demonstrasi Berujung Ricuh di Patung Kuda Monas!

Sebarkan artikel ini

 MEMO.CO.ID, JAKARTA – Aksi demonstrasi terkait sengketa Pilpres 2024 di Patung Kuda Monas Jakarta berubah menjadi kekacauan setelah terjadi lempar batu antar kelompok. Hal ini dipicu oleh tuntutan penundaan penghitungan suara dan pemungutan suara ulang dari pendukung pasangan calon presiden nomor urut satu.

Kronologi Kekacauan dan Tuntutan di Aksi Demonstrasi Pilpres 2024

Aksi Demonstrasi di Patung Kuda

Sebuah aksi demonstrasi terjadi di kawasan Patung Kuda Monas terkait sengketa Pilpres 2024. Aksi tersebut disertai dengan kekacauan setelah terjadi lempar batu antar kelompok, yang kemudian diikuti dengan pembakaran sampah dan ban. Di sisi lain, ada kelompok lain yang melakukan aksi berjoget sambil menyanyikan lagu “oke gas”. Masa aksi berlangsung mulai pukul 17.10 WIB dan berakhir pada pukul 17.30 WIB.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Susatyo Purnomo Condro, sebagian massa mulai meninggalkan Patung Kuda pada pukul 17.00, dan pada pukul 17.45 WIB, situasi sudah terkendali dan barrier pun dibuka untuk mengembalikan aktivitas masyarakat normal.

Pantauan menunjukkan bahwa seluruh area di Patung Kuda sudah kembali normal pada pukul 17.52 WIB.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Aksi demonstrasi ini diwarnai dengan aksi lempar batu yang dimulai pada pukul 14.53 WIB oleh sekelompok pemuda dari arah Balai Kota, Jakarta Pusat. Setelah orasi dari mahasiswa, beberapa orang melemparkan batu ke arah para demonstran. Aksi ricuh ini berlangsung hingga pukul 15.16 WIB, ketika polisi berhasil menengahi situasi. Selain itu, ada juga aksi joget dari sebagian massa pemuda setelah insiden lempar batu.

Sebelumnya, pendukung pasangan calon presiden nomor urut satu, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, melakukan unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, jalan Medan Merdeka Barat, menuntut penundaan penghitungan suara dan pemungutan suara ulang. Salah satu koordinator aksi menyatakan tuntutan untuk mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut dua atau Gibran Rakabuming, sesuai dengan tuntutan yang diajukan di MK.

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Monas: Ricuh dan Tuntutan

Aksi demonstrasi yang semula damai berubah menjadi ricuh dengan adanya lempar batu antar kelompok. Tuntutan untuk penundaan penghitungan suara dan pemungutan suara ulang menjadi sorotan utama dalam aksi tersebut.

Meskipun demikian, keamanan akhirnya berhasil dipulihkan oleh aparat kepolisian. Peristiwa ini menunjukkan tegangnya situasi politik terkait Pilpres 2024.