Example floating
Example floating
Life Style

Ini Dia Air Kafur dalam Al-Quran Ada di Indonesia!

Alfi Fida
×

Ini Dia Air Kafur dalam Al-Quran Ada di Indonesia!

Sebarkan artikel ini
Ini Dia Air Kafur dalam Al-Quran Ada di Indonesia!
Ini Dia Air Kafur dalam Al-Quran Ada di Indonesia!

MEMO

Temukan Jejak Kamper dalam Sejarah Indonesia: Air Kafur dalam Al-Quran Ternyata Terhubung dengan Pulau Sumatera

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Pusat Sejarah Kamper dalam Perdagangan dan Islamisasi

Minuman istimewa yang disebutkan dalam kitab suci Al-Quran ternyata dapat ditemukan di Indonesia. Ini dijelaskan dalam Surat Al-Insan ayat 5 dan 6, di mana Allah menyatakan: “Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan akan minum dari gelas yang campurannya adalah air kafur, yaitu mata air di surga yang diminum oleh hamba-hamba Allah dan mereka dapat memancarkannya dengan sebaik-baiknya.”

Air kafur ini merujuk pada air kamper atau kapur barus. Yang menarik, dalam catatan sejarah, kamper yang disebut dalam Al-Quran dan beberapa riwayat Nabi Muhammad memiliki kaitan dengan Indonesia, yang menunjukkan luasnya jaringan perdagangan bangsa kita.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Bagaimana bisa demikian?

Pohon kamper tidak dapat tumbuh di Timur Tengah, oleh karena itu masyarakat di sana harus mengimpor kamper dari luar wilayah mereka. Proses impor tersebut tidaklah sulit karena kamper sudah diperdagangkan di sebagian besar dunia sejak abad ke-4 Masehi, tiga abad sebelum Al-Quran diturunkan.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Tentang asal-usul kamper, sumber-sumber Arab menyebut daerah Fansur. Peneliti Prancis Nouha Stephan dalam bukunya “Kamper dalam Sumber Arab dan Persia: Produksi & Penggunaannya” menganalisis teks-teks tradisional yang menyebut Fansur.

Salah satu yang ditelitinya adalah deskripsi ahli geografi Ibn Sa’id al Magribi. Ibn Sa’id yang meninggal di akhir abad ke-13 secara spesifik menguraikan bahwa Fansur, penghasil kamper, berada di Pulau Sumatera.

Pendapat lain juga disampaikan oleh arkeolog Edward Mc. Kinnon dalam “Ancient Fansur, Atlantis Aceh” (2013). Dia menunjukkan bahwa Fansur berada di ujung barat Aceh, berdasarkan pertimbangan letak geografis dan data perdagangan dari catatan tertulis yang menyebut nama Panchu sebagai penghasil kamper.

Kaitan Barus, Sumatera, dengan Al-Quran

Bukti lainnya disampaikan oleh Claude Guillot dalam “Barus Seribu Tahun yang Lalu” (2008). Dia menyimpulkan bahwa ada tiga wilayah tempat kamper tumbuh dengan sendirinya, yaitu Sumatera, Semenanjung Melayu, dan Kalimantan (Borneo). Namun, ia secara khusus menunjukkan bahwa Barus di Sumatera adalah lokasi utama penghasil kamper.