Remaja tersebut meninggal dunia setelah mengonsumsi pasta yang telah disimpan pada suhu ruangan selama lima hari. Studi kasus yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology mengungkapkan bahwa penyebab kematian remaja tersebut adalah ‘Sindrom Nasi Goreng’.
Meskipun merasakan keanehan pada rasa pasta tersebut, remaja itu tetap melahapnya. Ia terbiasa mengatasi rasa aneh itu dengan menambahkan saus tomat ke dalam pastanya.
Baca Juga: Usai Lebaran, Berat Badan Melonjak? Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kebugaran Demi Kesehatan Optimal
Dilansir dari Insider, dalam waktu singkat, sekitar 30 menit setelah menyantap pasta tersebut, ia mengalami sakit perut yang hebat, disertai mual dan sakit kepala. Gejala lain yang muncul adalah diare cair dan muntah-muntah.
Sayangnya, orang tua remaja tersebut tidak segera membawanya ke rumah sakit. Mereka memilih untuk memberikan penanganan di rumah dengan memperbanyak istirahat dan menghirup udara segar.
Baca Juga: Kunyit Bukan Sekadar Bumbu! Ini 5 Manfaat Dahsyat Air Kunyit yang Wajib Kamu Tahu
Keesokan paginya, orang tua menemukan remaja tersebut telah meninggal dunia di kamarnya. Hasil autopsi menunjukkan adanya nekrosis hati, yaitu kondisi matinya jaringan organ hati.
Selain itu, ditemukan pula indikasi pankreatitis akut. Hasil pemeriksaan sampel tinja mengonfirmasi adanya bakteri Bacillus cereus, bakteri yang menjadi penyebab utama ‘Sindrom Nasi Goreng’.
Baca Juga: Lebaran Bisa Bikin Sakit! Ini Tips Jaga Makan Biar Gak Kebablasan!












