Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Tulungagung

Diduga Keracunan MBG, 103 Warga Rejotangan Tulungagung Alami Gangguan Pencernaan

A. Daroini
×

Diduga Keracunan MBG, 103 Warga Rejotangan Tulungagung Alami Gangguan Pencernaan

Sebarkan artikel ini
Diduga Keracunan MBG, 103 Warga Rejotangan Tulungagung Alami Gangguan Pencernaan

Memo, Tulungagung — Keracunan MBG,. Sebanyak 103 penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, mengalami gangguan pencernaan yang diduga akibat dugaan keracunan MBG, Minggu (03/08/2026). Korban terdiri dari balita, ibu hamil, ibu menyusui, pelajar, hingga guru yang menerima distribusi menu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo.

Sejumlah penerima manfaat bahkan harus menjalani perawatan di fasilitas kesehatan setempat akibat keluhan yang mereka alami usai mengonsumsi menu tersebut.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Plt Bupati Pilih Irit Bicara

Menanggapi kasus dugaan keracunan MBG ini, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin justru terkesan enggan memberikan penjelasan panjang lebar. Ia hanya menegaskan bahwa penanganan sudah diambil alih oleh Dinas Kesehatan setempat.

“Sudah ditangani dinas kesehatan,” ujarnya singkat.

Baharudin melempar tanggung jawab lebih lanjut ke Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung. Ia mengklaim telah meminta Satgas MBG Tulungagung berkoordinasi dengan Korwil BGN terkait persoalan ini.

“Itu kewenangan Korwil BGN. Sudah komunikasi dengan Satgas. Tanyak ke Satgas saja,” terangnya.

Dinkes Amankan Sampel, Temukan Obat Diare

Menindaklanjuti laporan dugaan keracunan MBG tersebut, Dinkes Tulungagung turun langsung meninjau dapur SPPG Pakisrejo selaku pihak yang mendistribusikan menu. Petugas berhasil mengamankan sampel makanan untuk diuji laboratorium guna memastikan penyebab pasti gangguan pencernaan yang dialami warga.

Selain sampel makanan, petugas juga menemukan kantong plastik berisi minuman elektrolit Hydro Coco dan obat diare yang disiapkan pihak SPPG untuk dibagikan kepada penerima manfaat yang mengeluh sakit perut.

Terkesan Ditutupi, Operasional SPPG Dihentikan

Kasus dugaan keracunan MBG di Rejotangan ini turut menimbulkan kecurigaan adanya upaya menutup-nutupi. Pasalnya, pihak SPPG Pakisrejo tidak segera melaporkan keluhan gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat kepada Satgas MBG.

Merespons temuan tersebut, Korwil BGN Tulungagung akhirnya menutup sementara operasional SPPG Pakisrejo. Penutupan ini juga diperkuat fakta bahwa dapur tersebut belum mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) yang menjadi syarat kelayakan operasional.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini