Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Politik Birokrasi

FX Hadi Rudyatmo Ungkap Asal Usul Mobil Esemka Impor dari China, Sebut Hanya Kendaraan Praktik Siswa

A. Daroini
×

FX Hadi Rudyatmo Ungkap Asal Usul Mobil Esemka Impor dari China, Sebut Hanya Kendaraan Praktik Siswa

Sebarkan artikel ini
FX Hadi Rudyatmo Ungkap Asal Usul Mobil Esemka Impor dari China, Sebut Hanya Kendaraan Praktik Siswa

Memo, Solo — Mantan Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo secara terbuka membongkar asal usul mobil Esemka yang selama ini melekat sebagai simbol kendaraan dinas maupun proyek politik Joko Widodo (Jokowi) sejak menjabat di Solo, DKI Jakarta, hingga tingkat kepresidenan.

Dalam pernyataannya pada tayangan podcast Akbar Faizal Uncensored, Rudy menegaskan bahwa mobil Esemka sebenarnya merupakan kendaraan impor buatan China yang ditujukan sebagai sarana pembelajaran praktik bagi para siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), bukan mobil nasional yang dirancang khusus oleh Jokowi.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

“Itu mobil dari China. Mobil SMK itu sebetulnya mobil pendidikan yang dipakai oleh anak-anak siswa sekolah SMK ini untuk praktik,” kata FX Hadi Rudyatmo saat memberikan keterangan yang dikutip pada Rabu (29/7/2026).

Rudy menceritakan keterlibatannya secara langsung pada masa awal kemunculan kendaraan tersebut ke publik. Ia mengaku pernah memboyong unit Esemka dari Solo menuju Jakarta demi mengurus proses pengujian tingkat emisi gas buang agar mendapatkan kelayakan jalan, dengan dibantu oleh mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo.

“Itu kita bawa ke Jakarta untuk membuat minta untuk uji emisi itu bisa lulus. Dan saya memanfaatkan waktu itu Roy Suryo,” lanjut Politisi Senior PDIP tersebut.

Kendati sempat memperjuangkan Esemka agar diakui di tingkat nasional, Rudy mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap arah kebijakan yang diambil pemerintah di kemudian hari. Rasa kecewa itu memuncak saat pemerintah justru menjalin kerja sama strategis dengan produsen otomotif asal Malaysia, Proton.

“Saya sangat kecewa dengan kerja sama itu, perjuangan mobil nasional Esemka tidak ada artinya,” tegas Rudy mengakhiri keterangannya.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini