- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi menggeledah kantor Dinas Kesehatan serta Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo selama delapan jam penuh.
- Operasi senyap tersebut berhasil mengamankan tiga koper dokumen penting serta barang bukti elektronik yang diduga kuat berkaitan dengan pencucian uang dan gratifikasi.
Penggeledahan KPK di Ponorogo Sasar Berbagai Dokumen Penting
Langkah hukum progresif terus dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) guna mengusut tuntas perkara rasuah yang menyeret pejabat teras di Jawa Timur. Kali ini, tim antirasuah membidik kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) serta Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo sebagai bagian dari strategi pengembangan perkara.
Operasi yang berlangsung maraton sejak pukul 11.30 WIB hingga 19.30 WIB tersebut menjadi sinyal kuat bahwa lembaga negara tersebut tengah menguliti aliran dana terlarang serta pemenuhan unsur bukti di lingkungan pemerintah daerah setempat.
Baca Juga: Penyidik KPK Kembali ke Ponorogo, Geledah Kantor Dinkes Ponorogo Selama 8 Jam
Aktivitas penyisiran oleh petugas berseragam rompi penegak hukum ini berfokus pada pengumpulan dokumen krusial, surat berharga, hingga riwayat digital operasional kedinasan. Penggeledahan KPK di Ponorogo tersebut berlangsung kondusif meskipun mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian bersenjata lengkap.
Berdasarkan pemantauan langsung di lokasi Gedung Terpadu Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Tonatan, petugas keluar dengan membawa tiga koper yang disinyalir kuat berisi tumpukan berkas perkara serta satu benda menyerupai diska lepas (flashdisk) berwarna tosca yang disita langsung dari mobil operasional dinas.
Baca Juga: Ratusan Massa Gelar Aksi Peternak Ayam Tulungagung Tolak Ekspansi Korporasi Global
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memberikan konfirmasi resmi mengenai jalannya rangkaian penindakan di wilayah Jawa Timur tersebut. Budi menyatakan bahwa seluruh hasil dari pengumpulan alat bukti di dua instansi strategis itu telah diamankan secara legal oleh penyidik.
“Dari penggeledahan pada dua kantor tersebut, tim penyidik mengamankan sejumlah barang bukti berupa dokumen, surat, serta barang bukti elektronik. Selanjutnya, barang bukti hasil penggeledahan tersebut dilakukan penyitaan untuk kepentingan proses penyidikan perkara,” kata Budi secara tertulis pada Rabu (20/5/2026).
Baca Juga: KPK Dalami Modus Ancaman Surat Mundur Terhadap Sembilan Pejabat Pemkab Tulungagung
Penyisiran di area dinas kesehatan ini bahkan menyentuh fasilitas transportasi milik pejabat eselon. Kendaraan berpelat nomor AE 41 SP yang sehari-hari digunakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, tidak luput dari pemeriksaan digital forensik awal di area parkir belakang gedung.
Meski ada riwayat pembatasan dokumentasi bagi awak media di lokasi oleh Sekretaris Pribadi Kepala Dinkes bernama Sinta, jalannya roda pelayanan publik bagi masyarakat di Gedung Terpadu dilaporkan tetap bergulir normal tanpa hambatan operasional.
Langkah taktis ke dua dinas ini berjalan paralel dengan penindakan aset bergerak milik Bupati Ponorogo nonaktif, Sugiri Sancoko, di kediamannya yang terletak di Desa Bajang. Di lokasi rumah tinggal tersebut, penyidik menyita empat unit kendaraan mewah yang terdiri atas tiga unit mobil Toyota Hardtop serta satu unit Toyota Alphard.
Rangkaian penggeledahan ini mempertegas komitmen KPK dalam mengurai tiga klaster utama korupsi Pemkab Ponorogo, yakni perkara dugaan suap jual beli jabatan, suap proyek pengadaan barang dan jasa, serta penerimaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sepanjang periode anggaran tahun 2020 hingga 2026.
Hingga berita ini diturunkan, suasana pasca-penggeledahan di Gedung Terpadu diselimuti ket ketegangan emosional dari para pejabat lokal. Kepala Dinas Pendidikan Ponorogo, Nurhadi Hanuri, memilih menghindari kerumunan wartawan dan bergegas meninggalkan lokasi melalui akses belakang.
Saat dikonfirmasi mengenai ruangannya yang diduga ikut diobok-obok petugas, dirinya enggan merespons detail. “Engko sek, engko sek (nanti dulu, nanti dulu),” ucapnya singkat sembari berlari menuju area parkir. Sementara itu, pintu utama gedung langsung dikunci rapat oleh petugas keamanan tak lama setelah tim KPK meninggalkan lokasi kejadian.












