NGANJUK, MEMO –Luput dari perhatian pemerintah desa soal pembangunan dan pemeliharaan sarana fisik lingkungan, masyarakat di dua dusun di Desa Ngringin Kecamatan Lengkong mengambil jalan pintas.
Seperti masyarakat di Dusun Sumberejo belum lama ini tepatnya pada minggu pertama awal bulan Pebruari 2026 silam bahu membahu membangun saluran pembuangan air ( drainase) dengan cara swadaya.
Baca Juga: Uang Kompensasi Debu Sebulan Ngeblong, Warga Ngepeh Stop Ratusan Armada Pengangkut Hasil Tambang

Data yang berhasil dihimpun, sumber dana untuk pekerjaan drainase tersebut ternyata bukan berasal dari anggaran Dana Desa ( DD ). Tapi murni swadaya warga. Setiap warga patungan uang sebesar Rp 50 ribu.
Baca Juga: Tragedi Wanita Muda di Ngronggot Nganjuk Ditemukan Meninggal Dunia di Area Belakang Rumah
Dari keterangan sejumlah warga yang berhasil ditemui hari ini ( Minggu, 8/02/2026) di TKP pembangunan drainase di RT 01 RW 10 menjelaskan memang tidak ada suntikan Dana Desa sepeserpun.

” Inisiatif warga melakukan penutupan saluran baru dan membuka saluran lama berawal karena setiap musim hujan lingkungan terdampak banjir. Dan ada satu rumah warga yang temboknya miring karena tergerus air hujan yang tidak bisa terbuang lancar ke sungai patusan,” jelas Minto warga setempat.
Dana yang terkumpul dari satu RT masih kata Minto sebesar Rp 1,7 juta. Dari dana itu cukup untuk membeli materiil seperti semen, tanah uruk.













