Blitar, memo.co.id
Memasuki awal tahun 2026, kondisi berbangsa dan bernegara dihadapkan pada berbagai persoalan multidimensi. Mulai dari tekanan ekonomi, dinamika politik, persoalan sosial, hingga bencana alam yang datang silih berganti. Situasi tersebut mendorong ribuan kaum Nahdliyin menggelar Istighosah Kubro sebagai ikhtiar batin demi keselamatan bangsa dan negara.
Ribuan jamaah memadati Stadion Supriadi Kota Blitar sejak pagi hari. Doa bersama dipimpin oleh sembilan kiai sepuh dari Kota dan Kabupaten Blitar, yang dikenal sebagai tokoh-tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama. Kegiatan religius ini berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan.
Baca Juga: Publikasi Media Terjun Bebas, Sinergi Pemkab Blitar dan Pers Dipertanyakan
Acara istighosah tersebut turut dihadiri Bupati Blitar Rijanto dan Wali Kota Blitar Shohibul Muhibin. Kehadiran dua pimpinan daerah ini menjadi simbol sinergi antara ulama dan umara dalam menjaga stabilitas serta keutuhan bangsa.
Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar Shohibul Muhibin atau yang akrab disapa Mas Ibin, mengulas secara singkat sejarah perjuangan kaum Nahdliyin sebelum dan sesudah kemerdekaan Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa kontribusi NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia merupakan bagian penting dalam menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Baca Juga: Polemik SDN Tlogo 2 Blitar Jadi KDMP Bupati Tegaskan Pendidikan Prioritas Utama
“Dengan spirit hubbul wathan minal iman, NU menempatkan kecintaan pada tanah air sebagai bagian dari iman. Namun, besarnya jamaah NU tidak menjadikan warganya sombong. Soal loyalitas terhadap NKRI, NU tidak perlu diragukan lagi. NKRI harga mati,” tegas Mas Ibin, disambut gemuruh takbir dan tepuk tangan para jamaah.

Baca Juga: Dibekukan PCNU, MWC Sutojayan Justru Banjir 1.000 Jamaah di Pengajian Ahad Pon!












