Example floating
Example floating
BLITAR

SPPG Krenceng Tutup, Kepala Dapur Mengundurkan Diri, Penerima Manfaat Dirugikan

Prawoto Sadewo
×

SPPG Krenceng Tutup, Kepala Dapur Mengundurkan Diri, Penerima Manfaat Dirugikan

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id

Program unggulan Presiden Prabowo Subianto kembali dipertaruhkan. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berlokasi di Desa Krenceng, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, mendadak tutup setelah sempat beroperasi beberapa waktu lalu. Penutupan ini diduga kuat dipicu kisruh internal, hingga berujung pada pengunduran diri kepala dapur.

Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar

Pantauan memo.co.id, dapur SPPG yang berada tepat di sebelah rumah Kepala Desa Krenceng tampak sepi dan tak berpenghuni. Aktivitas yang sebelumnya sempat berjalan, kini benar-benar berhenti tanpa kejelasan.

Sumber memo menyebutkan, persoalan muncul usai pencairan dana operasional. Konflik internal yang tak kunjung selesai membuat kepala dapur memilih mengundurkan diri.

Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot

“Kalau sudah pencairan, sisa anggaran itu ke mana? Ini kan mengelola uang rakyat. Kalau semuanya dikelola sendiri lalu penerima manfaat dikorbankan, jelas bermasalah,” ungkap sumber memo dengan nada prihatin.

Akibat kisruh tersebut, para penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) ikut terdampak. Tak hanya itu, puluhan tenaga kerja yang sempat direkrut pun kini dibuat kebingungan karena belum ada kepastian kapan dapur akan kembali beroperasi.

Baca Juga: Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Wabup Beky Paparkan Fokus Pemkab Blitar

Kepala Desa Krenceng, Anshori, mengaku prihatin atas penutupan mendadak SPPG di wilayahnya. Namun ia menegaskan tidak mengetahui secara detail penyebabnya.

“Saya cuma dapat kabar kalau kepala dapurnya mengundurkan diri. Setelah mundur, susah dihubungi,” ujar Anshori kepada memo.co.id.

Anshori juga membenarkan bahwa dapur SPPG tersebut menggunakan lahan rumahnya dengan sistem sewa. Operasionalnya sendiri baru sempat berjalan menjelang liburan sekolah.

“Dapurnya buka sebentar. Pemiliknya orang Kediri, yayasannya dari Wonodadi. Tapi kenapa tiba-tiba tutup, saya juga tidak tahu persis,” katanya, penuh tanda tanya.

Ia menambahkan, penutupan ini memicu banyak keluhan dari warga, khususnya para penerima manfaat.

“Kalau soal detailnya, monggo bisa konfirmasi ke satgas kecamatan. Yang jelas kalau tutup begini kasihan penerima manfaat. Banyak yang menanyakan,” imbuhnya.