Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

Agus Zaenal Ambil Alih PUPR Blitar, Soroti Mitigasi Proyek dan Cuaca

Prawoto Sadewo
×

Agus Zaenal Ambil Alih PUPR Blitar, Soroti Mitigasi Proyek dan Cuaca

Sebarkan artikel ini

Blitar, Memo.co.id

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar resmi berganti pimpinan setelah serah terima jabatan (Sertijab) digelar pada Jumat sore (21/11/2025). Agus Zaenal Arifin kini menahkodai dinas tersebut dan langsung menghadapi tantangan berat: menuntaskan sederet proyek infrastruktur dalam sisa waktu sekitar satu bulan.

Baca Juga: Renovasi Istana Gebang Rampung, Diresmikan Langsung Megawati

Dalam pernyataannya usai Sertijab, Agus menyampaikan apresiasi kepada pejabat sebelumnya, Iwan Dwi Winarto, yang sebelumnya menjabat sebagai Plt dan kini kembali ke posisi definitif di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

“Alhamdulillah Sertijab berjalan lancar. Terima kasih kepada Pak Iwan atas apa yang sudah dirintis. Menjadi kewajiban kami untuk memastikan semua yang sudah dilakukan berjalan lebih baik,” ucapnya.

Baca Juga: Uji Mental dan Tanggung Jawab, Ratusan Calon Warga PSHT Blitar Jalani Prosesi Tes Jago

Agus menegaskan bahwa seluruh kinerja Dinas PUPR diarahkan untuk mendukung program Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Menyadari waktu yang sangat terbatas, ia menargetkan capaian realistis.

“Insya Allah target dari tim PUPR berada di angka 90 persen,” tegasnya.

Baca Juga: Program MBG dan KDMP Diprotes, Warga Blitar Siapkan Aksi Kain Putih 100 Meter

Target tersebut ditetapkan setelah dilakukan mitigasi menyeluruh terhadap setiap proyek. Menurut Agus, capaian ideal semestinya 100 persen, namun memaksakan pekerjaan justru berisiko pada kualitas. Sekitar 10 persen proyek diprediksi tidak bisa diselesaikan tepat waktu dan akan dibatalkan atau ditunda.

Untuk mempercepat realisasi, PUPR mengutamakan pengerjaan jalan menggunakan metode hotmix yang lebih cepat diaplikasikan. Sementara itu, pekerjaan irigasi dinilai relatif aman karena tidak membutuhkan konstruksi besar yang memakan waktu panjang.

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah penanganan longsor di Dusun Ilik-Ilik, Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan.

“Dari hasil mitigasi, lokasi itu harus mendapat perhatian khusus. Mohon doa restunya,” tutur Agus.

Ia juga mengonfirmasi adanya sejumlah pembatalan kegiatan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Penyebabnya antara lain kendala administrasi terkait pergantian pejabat, serta faktor cuaca dan waktu yang tidak lagi memungkinkan pelaksanaan proyek.

“Selain soal waktu, mitigasi cuaca juga menjadi perhatian. Kami hanya melanjutkan pekerjaan yang paling memungkinkan,” jelasnya.

Agus menutup keterangannya dengan meminta dukungan semua pihak, termasuk media.

“Kami berharap kerja sama dan masukan dari teman-teman media. Posisi kami masih baru, dan tim optimis bisa bekerja maksimal,” pungkasnya. **