NGANJUK, MEMO – Musibah puting beliung membawa petaka. Satu unit rumah tua diketahui milik Mursidi ,64, warga Dusun Mukuh RT 01 RW 06 Desa Sidoharjo Kecamatan Tanjunganom ,Nganjuk roboh rata dengan tanah.
Robohnya rumah tua yang terbuat dari papan kayu jati berukuran besar seperti diceritakan Mursidi hanya dalam waktu 3 menit. Itu bersamaan dengan datangnya angin kencang dari arah timur.
Baca Juga: Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan

” Robohnya secepat kilat. Mungkin durasinya hanya 3 menitan. Saya sempat lari sambil membawa motor dari dalam rumah. Untungnya saya lari kebelakang. Kalau lari ke depan bisa berakibat fatal tertimbun atap rumah,” ujar Mursidi saat ditemui dirumahnya yang kondisinya sudah berserakan rata dengan tanah hari ini ( Senin,3/11/2025).
Baca Juga: Rombongan Relawan Kota Angin Hari Ini Santuni Paket Sembako Untuk Mbah Tuminah Bukur
Hasil pantauan wartawan memo co.id di TKP, tidak ada benda berharga yang tertimbun atap rumah. Hanya meja kursi butut, sepeda kumbang serta perabotan dari kayu yang dimungkinkan tidak bisa diselamatkan.

Saat ditanya wartawan estimasi kerugian materiil dengan runtuhnya atap rumahnya menurut Mursidi tidak bisa ditafsir. Hanya saja seperti disampaikan Mursidi ada satu permintaan agar pasca peristiwa ini dari pihak pemerintah daerah melalui Dinas terkait bisa membantu meringankan beban korban puting beliung.
” Robohnya rumah saya disebabkan murni bencana, sepatutnya ada perhatian khusus dari daerah,” harap Mursidi.
Untuk diinformasikan juga bahwa pada hari ini ( Senin,3/11/2025) pasca kejadian Mursidi dibantu satu warga membersihkan puing puing atap yang hancur berserakan.












