NGANJUK, MEMO – Dari catatan anggota dewan komisi l DPRD Nganjuk, Mbah Kamto,S.H, ternyata di Desa Pule Kecamatan Jatikalen terdapat ratusan rumah tidak layak huni ( RTLH) yang belum tersentuh program pemerintah.
Dari jumlah itu tersebar di tiga dusun. Yaitu Dusun Pule, Dusun Tondo Wesi dan Dusun Lengkong Geneng. Prosentase terbanyak RTLH terdapat di Dusun Pule yaitu kisaran hampir 60 % dari jumlah keseluruhan RTLH di Desa Pule.
Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi

Rata rata masih kata Mbah Kamto, rumah hunian penduduk di tiga dusun tersebut mayoritas masuk katagori rumah sangat sederhana ( RSS ). Lantai tanah, dinding rumah terbuat dari sebetan kayu usang peninggalan leluhur.
Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara
Termasuk sarana MCK tercatat belum terpenuhi katagori hidup sehat Karena sebagian masyarakat di situ jika buang air besar ada yang masih di sungai.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan
Dengan realita itu ditegaskan oleh politisi Partai Gerindra ini dalam waktu dekat akan koordinasi dengan dinas terkait untuk mencari solusi bagaimana agar program bedah rumah bisa masuk Desa Pule.
” Kita akan berupaya semaksimal mungkin agar ada perhatian khusus dari pemerintah daerah merealisasikan program bedah rumah bisa masuk desa Pule,” terang Mbah Kamto.

Dijelaskan pula oleh anggota dewan tiga periode ini bahwa Desa Pule adalah desa terisolir jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk. Jarak tempuh dari kota menuju Desa Pule bisa mencapai 80 kilometer.
” Maka tidak heran kalau Desa Pule disebut desa terisolir karena letak geografisnya berada di tengah kawasan hutan. Ini perlu dapat perhatian ekstra,” imbuh Mbah Kamto.












