Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Nganjuk

APBD Alokasikan Anggaran Fisik Ratusan Milyar, Tugu Batas Daerah Di Gondanglegi Terabaikan

Mulyadi Memo
×

APBD Alokasikan Anggaran Fisik Ratusan Milyar, Tugu Batas Daerah Di Gondanglegi Terabaikan

Sebarkan artikel ini
IMG20250919101014 scaled

NGANJUK, MEMO – Slogan yang diusung Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi yaitu ” Nganjuk Melesat ” adalah bagian dari komitmen dan konsekuensi seorang pemimpin dalam rangka memajukan daerahnya agar bisa lepas landas dari predikat daerah stagnan.

Namun demikian, untuk mewujudkan cita cita sepeti yang tertulis dalam slogan tersebut ternyata bukan hal yang mudah. Seperti halnya untuk sektor pembangunan fisik yang bersifat urgent di Kabupaten Nganjuk belum seluruhnya bisa tergarap 100 %.

IMG20250919101003 scaled

Salah satunya adalah tugu perbatasan Kediri – Nganjuk yang berada di Desa Gondanglegi Kecamatan Prambon sampai sekarang belum terealisasi.

Hal itu seperti disampaikan Kepala Desa Gondanglegi, Amad, bahwa sebenarnya wacana Pemkab akan membangun tugu batas daerah tersebut sudah lama direncanakan. Namun hingga saat ini belum ada wujudnya.

” Saya pribadi juga pernah menyampaikan secara lisan kepada bupati kapan tugu batas daerah digarap, namun belum ada respon ,” ucap Kades Gondanglegi.

IMG20250919100741 scaled

Padahal secara fungsi, tugu batas daerah sangat penting. Karena selain berfungsi untuk memperjelas batas administratif wilayah juga bisa untuk mencegah konflik lahan dan sengketa batas antar daerah.

Fungsi lainnya masih kata Kades Gondanglegi juga bisa membantu dalam perencanaan tata ruang dan pengelolaan sumber daya alam serta sebagai penanda identitas dan kebanggaan daerah.

” Selain itu tugu batas juga berfungsi sebagai acuan penataan wilayah dan dapat mendukung kegiatan investasi daerah ,” tandasnya.

IMG20250919100817 scaled

Sementara itu ditanggapi oleh Agus Majid warga setempat hanya memiliki harapan agar daerah segera membangun tugu batas. ” Yang saya tahu jika daerah tidak memiliki tugu batas sama halnya tidak memiliki identitas. Itu simbul potret daerah,” terang Agus Majid.

Hal serupa juga dikatakan Suwadi salah satu penjual soto ayam yang berjualan di dekat lokasi perbatasan Nganjuk – Kediri mengaku sering melihat pegawai berseragam lengkap cek lokasi sambil ambil gambar dan menulis di buku besar. ( Adi )