Example floating
Example floating
Peristiwa

Orang Indonesia Pertama Yang Kabur ke Luar dan Menjadi Menteri Keuangan di Thailand

A. Daroini
×

Orang Indonesia Pertama Yang Kabur ke Luar dan Menjadi Menteri Keuangan di Thailand

Sebarkan artikel ini
Orang Indonesia Pertama Yang Kabur ke Luar dan Menjadi Menteri Keuangan di Thailand

Ditengah hangatnya pembicaraan Menteri Kuangan RI yang baru, dikenal cerdas dan koboy, banyak orang tertuju pada isu perputaran yang di sistem perekonomian Indonesia. Ekonomi macet alias kering. Tidak ada perputaran uang di pasar.

Menteri Keuangan yang baru dilantiuk, Purbaya Yudhi Sadewo, membuka kas negara sebesar 400 T lebih di BI yang nganggur. Hingga akhirnya, 200 T di kucurkan ke sistem perbangkan untuk diserap ke sistem perekonomian nasional.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Kini, kehadiran Menkeu Purbaya Yudhi dibanding bandingkan dengan Menteri Kauangan lama Sri Mulyani, yang olel kebanyakan orang disebut menteri keuangan terbaik RI. Kini, dengan hadirnya sosok Purbaya Yudhi Sadewo, membuat sosok Sri Mulyani, dikesampingkan oleh masyarakat Indonesia.

Melalui artikel ini, kami sajikan artikel sosok Menteri Kauagan yang lahir dari Indonesia , namun kabur ke luar negeri karena tidak puas dengan keadaan di nusantara. Dia kabur ke luar negeri hingga dipercaya oleh negara Thailand, sebagai menteri Keuangan. Namanya Daeng Mangalle.

Baca Juga: Duka Mendalam Bocah 8 Tahun Di Sampang Ditemukan Meninggal Di Bawah Jembatan Usai Dilaporkan Hilang Oleh Pihak Keluarga

Daeng Mangalle: Pangeran Makassar yang Kabur dari VOC, Berakhir Jadi Menteri Keuangan di Thailand

Siapa sangka, dalam sejarah kita, ada sosok Indonesia yang sukses jadi Menteri Keuangan di negeri seberang? Ceritanya bukan fiksi, tapi nyata, dan berasal dari seorang pangeran Gowa di Makassar.

Namanya Daeng Mangalle. Ia hidup di era ketika Kesultanan Gowa harus berhadapan dengan kekuatan besar Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Puncak ketegangan terjadi pada 1667, saat Sultan Hasanuddin terpaksa menandatangani Perjanjian Bongaya.

Baca Juga: Duka Bencana Petang Di Kepuhkembeng Jombang Puting Beliung Rusak Rumah Musala Dan Warung Kopi Hingga Warga Alami Trauma

Perjanjian itu, yang mengakhiri perang panjang, ternyata bak pil pahit bagi Gowa. Kedaulatan mereka tergerus, kebebasan berdagang lenyap, semuanya demi kepentingan monopoli VOC.

Hati Daeng Mangalle hancur. Ia tak sudi tunduk pada kekuasaan asing. Penuh kekecewaan, ia mengambil keputusan ekstrem: kabur dari tanah kelahirannya. Bersama ratusan pengikut setianya, ia berlayar, meninggalkan Makassar, mencari nasib baru di tempat lain.