NGANJUK, MEMO – Cerita fiksi putri Cinderela dan pangeran raja adalah satu diantara ribuan karya imajinatif yang mampu menduduki rating teratas. Itu karena alur ceritanya cukup dramatis juga didukung figur pemerannya berparas cantik dan tampan.
Selain itu, dalam kisah perjalanan hidup dua sejoli itu membawa pesan moral sangat dalam.Terutama tentang pentingnya membangun mental kejujuran, kesederhanaan juga jiwa pengabdian. Pada akhirnya putri cantik itu berhasil memetik buah kebahagiaan. Karena Cinderela dipersunting pangeran kaya raya.
Baca Juga: Apa Hak Korban Penganiayaan Di Bawah Umur ? Begini Tanggapan Aktifis Sosial Tanti Niswatin

Maka tak heran, jika cerita itu sering diangkat menjadi produk film layar lebar maupun sinema dan film animasi di layar kaca. Termasuk ditulis dalam bentuk cerpen atau essay. Itu artinya kisah Cinderela dan pangeran raja memang sangat membumi.
Tak heran lagi, pada moment moment tertentu seperti HUT Kemerdekaan RI, tidak sedikit dari lembaga sekolah dari tingkat SD,SMP maupun SMA akan menampilkan kreasi beda. Yaitu menunjuk siswa siswinya menjadi peran Cinderela dan Pangeran tampan yang digelar dalam acara pawai budaya ( karnaval) agustusan.

Baca Juga: Sidang Tipikor Kades Dadapan Final, Hakim Jatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara
Seperti halnya di SMA Negeri 1 Tanjunganom ( SMANTAN). Dalam acara karnaval agustusan yang digelar pada hari Kamis ( 21/08/2025) silam, sekolah favorit ini menampilkan dua siswa berbusana layaknya putri Cinderela dan Pangeran kaya naik kuda.












