Bangkok, Memo
Kisah Putri Bajrakitiyabha Mahidol adalah cerminan dari kompleksitas dan tradisi monarki Thailand. Dikenal akrab sebagai “Putri Bha,” putri sulung Raja Maha Vajiralongkorn ini tidak hanya seorang bangsawan, melainkan juga sosok yang aktif mengadvokasi hak-hak perempuan dan memegang posisi penting di PBB.
Namun, sejak Desember 2022, sosok inspiratif ini terbaring kritis, menggantungkan harapan pada alat medis di rumah sakit.
Kabar mengenai kesehatannya selama lebih dari dua tahun menjadi misteri. Publik hanya tahu bahwa ia kolaps akibat masalah jantung saat latihan bersama anjing militer. Namun, pada Jumat (16/8/2025), Biro Rumah Tangga Kerajaan akhirnya merilis pernyataan resmi yang mengungkap kondisi terkini: sang putri mengalami infeksi darah parah.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Pernyataan tersebut menjelaskan bahwa kondisi Putri Bha sangat serius, di mana paru-paru dan ginjalnya kini hanya berfungsi dengan bantuan peralatan medis.
Infeksi parah yang terdeteksi sejak 9 Agustus 2025 mendorong tim medis untuk memberikan antibiotik dan obat-obatan keras demi menstabilkan tekanan darahnya. Kondisi ini menjadi sorotan serius, terutama mengingat status sang putri sebagai salah satu pewaris takhta yang potensial.
Baca Juga: Operasi "Smash and Grab": Amerika Serikat Dilaporkan Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro
Di mata masyarakat, Putri Bha adalah simbol modernisasi monarki. Dengan pendidikan tinggi dari Inggris dan AS, ia dikenal vokal mengadvokasi hak-hak narapidana perempuan. Ia bahkan diangkat ke posisi senior dalam komando pengawal kerajaan dan memiliki kedekatan khusus dengan sang ayah, Raja Maha Vajiralongkorn.
Sembari tim medis berjuang, penantian panjang pun terjadi di Thailand. Raja Maha Vajiralongkorn (73) hingga kini belum menunjuk penerus takhta secara resmi. Tradisi mengutamakan keturunan laki-laki, tetapi sosok Putri Bha yang berpengaruh membuat spekulasi tentang garis suksesi terus berhembus.
Semua ini terjadi di bawah bayang-bayang hukum lese-majeste yang sangat ketat. Hukum ini membuat media dan publik harus sangat berhati-hati dalam melaporkan atau membicarakan keluarga kerajaan. Dengan demikian, setiap pernyataan resmi yang dikeluarkan istana menjadi informasi yang sangat berharga dan ditunggu-tunggu oleh seluruh rakyat Thailand.












