TULUNGAGUNG – Semangat kemerdekaan ke-80 RI di Tulungagung terasa berbeda. Jika tahun lalu Pemerintah Kabupaten (Pemkab) membagikan 10.000 bendera Merah Putih, tahun ini jumlahnya dipangkas drastis menjadi hanya 5.500 bendera. Kebijakan ini merupakan bagian dari langkah efisiensi anggaran yang diterapkan oleh Pemkab. Penyerahan bendera secara simbolis sudah dilakukan oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, kepada 19 camat pada Senin pagi (5/8/2025).
Pengurangan 45% dari total bendera tahun lalu ini menggarisbawahi prioritas anggaran daerah yang kini lebih ketat. Data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tulungagung menunjukkan, distribusi bendera tahun ini murni dibiayai dari APBD, berbeda dengan tahun sebelumnya yang mendapat banyak dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain dan pihak ketiga.
Baca Juga: Ancaman Longsor Intai Jalur Lintas Selatan Tulungagung Akibat Kondisi Lereng Tebing Belum Stabil
Kepala Kesbangpol, Agus Priyanto Utomo, menjelaskan, “Tahun lalu kita bisa salurkan 10.000 bendera… Tahun ini hanya 5.500… Ini bagian dari efisiensi anggaran yang memang harus dilakukan.”
Meskipun jumlah fisik bendera berkurang, Bupati Sunu menekankan bahwa semangat nasionalisme tidak boleh luntur. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai bulan kemerdekaan dengan semangat “handarbeni” atau rasa memiliki terhadap bangsa. Ajakan untuk memasang bendera di setiap rumah sepanjang Agustus juga terus digaungkan, dengan harapan semangat ini bisa terus berkobar di hati masyarakat, terlepas dari jumlah bendera yang dibagikan.
Baca Juga: Ratusan Warga 212 Datangi Kantor Kecamatan Rejotangan, Tuntut Perbaikan Jalan Rusak
Untuk memastikan bendera sampai ke tangan warga yang membutuhkan, setiap kecamatan menerima 200 bendera yang akan disalurkan kepada mereka yang belum memiliki atau benderanya sudah usang. Selain itu, masyarakat umum, lembaga, dan komunitas juga bisa mengambil bendera langsung di kantor Kesbangpol selama persediaan masih ada.












