Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Produk Olahan Sorgum Asal Lamongan Tembus Pasar Baru Lewat Misi Dagang Jatim di Lampung

Ferdi Ragil
×

Produk Olahan Sorgum Asal Lamongan Tembus Pasar Baru Lewat Misi Dagang Jatim di Lampung

Sebarkan artikel ini
Screenshot 2025 08 09 144346

Lamongan, Memo

UMKM Sueer Sorgum Lamongan, binaan Bank UMKM Jawa Timur, berhasil meraih peluang pasar baru usai mengikuti misi dagang yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Lampung pada 6–7 Agustus 2025. Dari ajang tersebut, pelaku usaha yang memproduksi aneka olahan sorgum ini langsung mengantongi tiga pesanan penting, membuka kesempatan ekspansi ke wilayah lain.

Menurut pemilik Sueer Sorgum, Nurida Asmawati, misi dagang ini menjadi titik awal yang positif untuk memperluas jangkauan pemasaran. “Alhamdulillah, dari kegiatan ini kami mendapat tiga pesanan yang sangat berarti bagi keberlangsungan usaha. Ini menunjukkan sorgum punya pasar luas, dari industri makanan, minuman, hingga pakan ternak,” ujarnya saat dihubungi Bank UMKM Jatim, Jumat (9/8/2025).

Pesanan pertama datang dari usaha katering di Tangerang yang akan memanfaatkan sorgum sebagai bahan menu sehat. Pesanan kedua berasal dari pengusaha pakan ternak yang membeli dedak sorgum untuk diolah menjadi pakan bernutrisi. Sedangkan pesanan ketiga berasal dari produsen kopi yang tertarik mengembangkan varian kopi sorgum berbasis pangan lokal.

Meski jumlahnya masih skala kecil, Nurida optimistis pasar sorgum akan terus berkembang. Ia sendiri merupakan nasabah Program Kredit Petani Jawa Timur (PKPJ) dari Bank UMKM Jatim, fasilitas pembiayaan berbunga 6 persen per tahun yang pembayarannya dilakukan pascapanen untuk mendukung sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga hortikultura.

Selain Sueer Sorgum, UMKM binaan lain, CV Bintang Anugrah dari Mojokerto, juga turut dalam misi dagang tersebut. Perusahaan milik Arik Agustiani ini menawarkan produk krecek renyah dan tahan lama. CV Bintang Anugrah adalah nasabah program Kusuma (Kredit untuk Semua Usaha Masyarakat) dengan tenor hingga 8 tahun dan bunga minimal 1,2 persen per bulan.

Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, yang mendampingi langsung kedua UMKM tersebut, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung pelaku usaha lokal. “Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga menjadi mitra strategis yang mengantarkan UMKM hingga ke panggung promosi. Keberhasilan mitra binaan memotivasi kami untuk terus membantu mereka menembus pasar lebih luas,” tegasnya.

Misi dagang ke Lampung yang digelar Disperindag Jatim ini mencatat nilai transaksi lebih dari Rp1 triliun. Komoditas yang ditawarkan mencakup sektor pertanian, perikanan, perkebunan, industri kreatif, hingga bahan baku industri. Kegiatan tersebut diikuti 153 pelaku usaha, terdiri dari 100 pelaku usaha asal Lampung dan 53 dari Jawa Timur, serta diwarnai penandatanganan kerja sama lintas daerah.