Example floating
Example floating
SURABAYA RAYA

Inovboyo 2025, Menggagas Masa Depan Surabaya Melalui Inovasi Partisipatif

Hafida Hakimatul
×

Inovboyo 2025, Menggagas Masa Depan Surabaya Melalui Inovasi Partisipatif

Sebarkan artikel ini
Inovboyo 2025, Menggagas Masa Depan Surabaya Melalui Inovasi Partisipatif

Surabaya, Memo
Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) kembali meluncurkan inisiatif ambisius: Inovasi Surabaya (Inovboyo) 2025.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sebuah platform kolaboratif yang didedikasikan untuk menjaring ide-ide brilian dari masyarakat, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan Kota Pahlawan. Inovboyo 2025 bertujuan menjadi wadah bagi setiap individu di Surabaya yang ingin berkontribusi sebagai inovator sejati.

Baca Juga: Kolaborasi dengan Pemprov Jatim, YDSF Dukung Pondok Ramadhan untuk Disabilitas Pendengaran

Kepala Bappedalitbang Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa Inovboyo 2025 melampaui fungsi lomba biasa. “Ini adalah ruang kolaborasi dan kesempatan emas untuk memperluas relasi antara warga dan perangkat daerah,” ujarnya. Keterlibatan masyarakat dalam proses inovasi diharapkan dapat mempercepat pembangunan kota secara lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Inovboyo 2025 sendiri mengusung tiga pilar transformasi yang akan menjadi fokus utama pembangunan masa depan Surabaya:

Baca Juga: Mantan Kades Ambal Ambil Pasuruan Divonis Penjara Akibat Korupsi Dana Desa

Pilar pertama ini adalah tentang memberikan ruang seluas-luasnya bagi setiap warga untuk menjadi inovator. Di era teknologi canggih saat ini, diharapkan masyarakat Surabaya dapat memanfaatkan kemajuan ini untuk melahirkan ide-ide inovatif yang relevan dan dapat diimplementasikan dalam pembangunan kota. Ini adalah ajakan untuk berpikir kreatif dan berkontribusi langsung pada kemajuan Surabaya.

Fokus pilar kedua adalah menciptakan ekosistem ekonomi yang ramah lingkungan. Inovboyo 2025 mendorong inovasi yang berpusat pada pengurangan limbah, praktik daur ulang yang efektif, serta penggunaan kembali produk dan material. Tujuannya adalah merancang produk yang mudah didaur ulang, tahan lama, dan menemukan cara-cara kreatif untuk memanfaatkan kembali material yang sudah ada, mendukung keberlanjutan lingkungan kota.

Baca Juga: Ular Piton 5 Meter Teror Warga Tandes Surabaya Masuk Kandang Ayam

Pilar ketiga menempatkan teknologi sebagai alat bantu yang memberdayakan masyarakat. Secara spesifik, pilar ini menekankan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk peningkatan kualitas SDM. AI diharapkan dapat mempermudah akses informasi, membuka peluang sumber penghasilan baru, dan meningkatkan efektivitas komunikasi jarak jauh, sehingga teknologi benar-benar berfungsi untuk kemaslahatan manusia.

Pemerintah Kota Surabaya sendiri telah menunjukkan komitmen nyata dalam inovasi berkelanjutan. Saat ini, setidaknya ada 32 inovasi yang telah dikembangkan di sektor sosial. Contohnya adalah inovasi FLASH dari Dinas Sosial (Dinsos) yang telah terbukti mempercepat layanan ambulans gawat darurat.

Ada pula inovasi KOMPAK, sebuah program yang dirancang untuk menurunkan angka kemiskinan baik di pusat kota maupun di daerah perbatasan, serta berupaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Surabaya.

Dengan Inovboyo 2025, Surabaya tidak hanya berambisi menjadi kota yang modern, tetapi juga kota yang dibangun atas dasar kolaborasi, keberlanjutan, dan teknologi yang berpihak pada kemajuan seluruh warganya. (Hafida)