Ada penelitian yang menunjukkan bahwa wajah seseorang bisa memberikan petunjuk tentang status sosialnya. Sebuah studi dari Universitas Toronto menemukan bahwa orang kaya cenderung memiliki wajah yang lebih santai, sementara orang miskin cenderung terlihat tertekan.
Menurut R-Thora Bjorsdottir, seorang peneliti dari studi tersebut, perbedaan dalam kekayaan seseorang bisa tercermin dari ekspresi wajahnya. Penelitian ini dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology pada tahun 2018.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Orang-orang yang memiliki banyak uang umumnya lebih bahagia dan kurang cemas dibandingkan dengan mereka yang kurang mampu.
Dalam penelitian ini, subjek diperlihatkan foto hitam putih dengan ekspresi netral, tanpa aksesoris, termasuk 80 foto pria dan 80 foto wanita. Separuh dari foto-foto tersebut menampilkan orang-orang dari kelas atas, sementara separuhnya lagi dari kelas pekerja.
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Ketika orang lain diminta untuk menebak kelas sosial subjek foto-foto tersebut, sebanyak 68% dapat menebak dengan benar, meskipun tanpa menyadari bagaimana mereka bisa melakukannya.
Para peneliti kemudian melakukan eksperimen dengan memperbesar fitur wajah subjek. Hasilnya, orang masih dapat menebak dengan benar hanya dari melihat mata dan mulut subjek.
Ekspresi Wajah Memperlihatkan Kaya atau Miskin, Berdampak pada Karir
Hal ini disimpulkan oleh para peneliti karena ekspresi emosi tertentu dapat terlihat di wajah seseorang dari waktu ke waktu, menyebabkan perubahan struktur wajah yang dapat terlihat oleh orang lain.
Menurut Nicholas O. Rule, seorang peneliti lainnya, wajah Anda secara permanen mencerminkan pengalaman Anda, bahkan ketika Anda tidak sadar mengekspresikannya.
Meskipun demikian, kemampuan kebanyakan orang untuk menebak status sosial seseorang dari wajahnya dapat memiliki konsekuensi negatif, seperti bias dan penilaian yang tidak adil.
Para peneliti juga menemukan bahwa persepsi tentang status sosial seseorang berdasarkan wajahnya dapat mempengaruhi kesempatan mereka dalam kehidupan sosial, seperti dalam mendapatkan pekerjaan. Ini menunjukkan bahwa penilaian berdasarkan wajah bisa memperkuat bias sosial yang ada.
Dalam kesimpulannya, para peneliti menekankan bahwa persepsi kelas sosial berdasarkan wajah seseorang bisa memiliki konsekuensi serius, termasuk dalam memperpetuasi siklus kemiskinan.
Dari penelitian ini, kita dapat menyimpulkan bahwa wajah seseorang memang dapat mengungkapkan banyak tentang status sosial dan emosi mereka. Bahkan, ekspresi wajah dapat memengaruhi persepsi orang lain terhadap mereka, bahkan dalam hal kesempatan karir.
Dengan demikian, penting untuk menyadari bahwa penilaian berdasarkan wajah bisa memiliki konsekuensi yang signifikan dalam masyarakat, termasuk dalam memperpetuasi bias sosial dan siklus kemiskinan.