Example floating
Example floating
Home

Pertamina Siap Pimpin Ekosistem Mobil Hidrogen Nasional

Alfi Fida
×

Pertamina Siap Pimpin Ekosistem Mobil Hidrogen Nasional

Sebarkan artikel ini
Pertamina Siap Pimpin Ekosistem Mobil Hidrogen Nasional
Pertamina Siap Pimpin Ekosistem Mobil Hidrogen Nasional

MEMO

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempertimbangkan izin penjualan bahan bakar hidrogen oleh PT PLN dan PT Pertamina, mengisyaratkan langkah revolusioner dalam pemanfaatan energi baru di Indonesia.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Dalam upaya mencapai target nol emisi karbon, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menyebut ekosistem mobil hidrogen sebagai salah satu opsi yang berpotensi mempercepat pencapaian tujuan tersebut.

Simak detail terkini mengenai inisiatif pionir ini dan progres pembangunan stasiun pengisian hidrogen dalam artikel ini.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

Bahan Bakar Hidrogen Bakal Mengubah Wajah Energi Indonesia

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih sedang meninjau izin penjualan bahan bakar hidrogen yang sedang diminati oleh PT PLN dan PT Pertamina. Plt Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) di Kementerian ESDM, Jisman Parada Hutajulu, mengungkapkan bahwa penjualan bahan bakar hidrogen merupakan hal yang baru di Indonesia.

“Hidrogen ini merupakan hal baru bagi PLN, dan sekarang hidrogen ini muncul dari proses pendinginan di PLN. Mereka berencana untuk menjualnya. Namun, tentu saja, kami masih mengevaluasi mengenai izin, terutama dalam hal keamanan. Ketika itu nanti sampai ke masyarakat, kita tahu bahwa hidrogen adalah suatu bahan yang mudah meledak, yaitu H2,” Jisman menjelaskan dalam Konferensi Pers ESDM di Ditjen Ketenagalistrikan, Jakarta Selatan, pada Kamis (18/1).

Baca Juga: Pengawasan Dana Desa: Hak & Kewajiban Aktif Masyarakat

“Izin ini perlu diteliti dengan baik, dikaji secara cermat. Pengangkutan hidrogen dapat melalui berbagai cara, baik itu melalui pipa maupun kendaraan seperti tangki-tangki. Semua ini harus aman. Kami sedang menyiapkan izin ini karena ini masih tahap awal,” tambahnya.

Pertamina pada minggu ini telah meletakkan batu pertama (groundbreaking) untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen atau hydrogen refueling station pertama di Indonesia pada Rabu (17/1).

Kementerian ESDM Kaji Izin Penjualan

Stasiun tersebut terletak di Jelambar, Jakarta Barat, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 6 bulan ke depan.

Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati, menegaskan bahwa mereka adalah yang paling siap dalam mengembangkan ekosistem hidrogen di tanah air.

Menurutnya, menciptakan ekosistem mobil hidrogen di Indonesia juga menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat pencapaian target nol emisi karbon (NZE) pada tahun 2060.

PLN juga tidak ingin ketinggalan. Melalui subholding PLN Indonesia Power, mereka akan segera membawa HRS pertama milik perusahaan listrik tersebut, yang berlokasi di Senayan, Jakarta.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa kemajuan pembangunan SPBH sudah mencapai 98 persen dan dijadwalkan akan selesai pada Februari 2024.

Langkah Revolusioner: Indonesia Membangun Infrastruktur Hidrogen untuk Mewujudkan Mobilitas Berkelanjutan

Dalam menghadapi era energi terbarukan, Pertamina telah meletakkan landasan kokoh dengan groundbreaking stasiun pengisian hidrogen pertama di Indonesia. Dengan progres pembangunan mencapai 98 persen, stasiun tersebut, yang diperkirakan selesai pada Februari 2024, menandai langkah signifikan dalam membangun ekosistem hidrogen di tanah air.

Dukungan penuh dari PLN melalui subholding PLN Indonesia Power turut menegaskan komitmen Indonesia untuk mengintegrasikan bahan bakar hidrogen sebagai solusi menuju mobilitas berkelanjutan.

Keseluruhan, langkah-langkah ini menciptakan landasan yang kokoh untuk mencapai target nol emisi karbon pada tahun 2060.