Example floating
Example floating
Tekno Digi

Wahana Antarkosmos NASA Terperangkap di Luar Angkasa Terjauh!

Alfi Fida
×

Wahana Antarkosmos NASA Terperangkap di Luar Angkasa Terjauh!

Sebarkan artikel ini
Wahana Antarkosmos NASA Terperangkap di Luar Angkasa Terjauh!
Wahana Antarkosmos NASA Terperangkap di Luar Angkasa Terjauh!

MEMO

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) kembali berhasil menghubungi Voyager 2, wahana antariksa yang saat ini berjarak 19,9 miliar kilometer dari Bumi. Setelah sempat kehilangan kontak pada 21 Juli akibat kesalahan perintah, NASA dengan tak sengaja berhasil mendapatkan kembali sinyal dari wahana ini pada pemindaian langit rutin pada Selasa (1/8).

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Voyager 2, yang diluncurkan pada 20 Agustus 1977, telah menjelajahi planet-planet raksasa gas dan berhasil mencapai ruang antarbintang pada November 2018. Wahana ini juga mengandung cakram berlapis emas, Voyager Golden Record, yang berisi informasi tentang Bumi dan musik untuk kemungkinan bertemu kehidupan alien.

Inilah Kisah Menegangkan Voyager 2 yang Hilang Kontak dan Kembali Berhasil Terhubung dengan NASA

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) tidak sengaja berhasil menghubungi kembali wahana antariksa Voyager 2 yang saat ini berada pada jarak 19,9 miliar kilometer dari Bumi. Pada tanggal 21 Juli, Jet Propulsion Laboratory NASA kehilangan kontak dengan wahana tersebut karena sebuah kesalahan dalam perintah yang menyebabkan antena Voyager 2 memiring dan menjauhi Bumi sekitar 2 derajat.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Kehilangan kontak ini membuat Voyager 2 tidak dapat mengirim atau menerima pesan dari Deep Space Network NASA, yang merupakan jaringan antena radio besar internasional yang mendukung banyak misi antarplanet NASA. Namun, perlu diingatkan bahwa pemadaman radio ini hanya bersifat sementara.

Voyager 2 sudah diprogram untuk melakukan kalibrasi antena beberapa kali setiap tahun untuk tetap terhubung dengan Bumi selama dalam perjalanan semakin jauh.

Baca Juga: Pastikan Kesiapan Angkutan Lebaran 2026, Direktur Operasi KAI Lakukan Inspeksi Lintas di Wilayah Daop 7 Madiun

Penyetelan ulang selanjutnya dijadwalkan pada tanggal 15 Oktober, dan pada saat itu, komunikasi dengan Voyager 2 akan dapat dilanjutkan. Pada tanggal 1 Agustus, NASA secara tidak sengaja mendapatkan sinyal dari wahana ini selama pemindaian rutin langit.

Voyager 2 merupakan wahana antariksa yang diluncurkan oleh NASA pada tanggal 20 Agustus 1977, hanya 16 hari setelah peluncuran Voyager 1. Wahana ini bertujuan untuk mencapai Ruang Antarbintang (Interstellar Space). Artinya, wahana ini sudah melewati batas Tata Surya kita dengan Neptunus sebagai batas terluar, memasuki wilayah Galaksi Bima Sakti yang lain.

Penjelajahan Luar Biasa Wahana Antariksa NASA, Voyager 2, ke Batas Tata Surya dan Ruang Antarbintang

Wahana Voyager 2 menjadi istimewa karena merupakan satu-satunya wahana antariksa yang pernah mengunjungi planet Uranus dan Neptunus. Saat ini, wahana tersebut telah berada di ruang antarbintang, seperti halnya dengan wahana kembarannya, Voyager 1, yang telah mencapai wilayah tersebut pada Agustus 2012.

Sebagai wahana antariksa yang melintasi Tata Surya bagian luar, Voyager 2 telah mengunjungi planet-planet raksasa gas dan memotret banyak bulan yang mengelilingi planet tersebut. Pada tahun 1989, Voyager 2 melewati Neptunus dan kemudian bergerak ke ruang antarbintang pada tanggal 5 November 2018.

Wahana ini juga membawa “Voyager Golden Record,” sebuah cakram tembaga berlapis emas yang berisi data dan musik dari Bumi. Cakram ini seperti kartu pos audio yang dirancang untuk berbagi informasi tentang alam Bumi dan musik dengan mungkin adanya kehidupan cerdas alien yang suatu hari mungkin menemukan wahana ini.

Selain itu, Voyager 2 juga dilengkapi dengan berbagai sistem dan perangkat yang berfungsi untuk tujuan ilmiah, seperti sistem pencitraan, spektrometer inframerah dan ultraviolet, magnetometer, serta berbagai sistem detektor partikel dan gelombang plasma.

Dengan demikian, misi Voyager 2 tetap menjadi salah satu pencapaian besar dalam eksplorasi antariksa, dan sinyal yang berhasil didapatkan kembali oleh NASA menegaskan bahwa wahana ini masih berfungsi dengan baik sebagaimana yang diprediksi oleh para teknisi.

Voyager 2: Kisah Menakjubkan Wahana Antariksa NASA yang Melintasi Batas Tata Surya

Kini, Voyager 2 telah berada di ruang antarbintang, menyusuri wilayah yang sangat jauh dari Tata Surya kita. Sementara itu, misi perjalanan luar angkasa ini terus memperoleh data ilmiah yang berharga. Selama bertahun-tahun, Voyager 2 telah memberikan pengetahuan baru tentang Tata Surya kita dan menjadi penanda keberanian manusia dalam menjelajahi angkasa.

Keberhasilan dan prestasi wahana ini akan tetap menginspirasi eksplorasi luar angkasa dan menjadi cerita inspiratif tentang kegigihan manusia dalam menaklukkan batas-batas alam semesta.