Example floating
Example floating
Life Style

Wow! Rahasia Resume Sukses yang Bikin Perusahaan Tergoda!

Alfi Fida
×

Wow! Rahasia Resume Sukses yang Bikin Perusahaan Tergoda!

Sebarkan artikel ini
Wow! Rahasia Resume Sukses yang Bikin Perusahaan Tergoda!
Wow! Rahasia Resume Sukses yang Bikin Perusahaan Tergoda!

MEMO

Curriculum Vitae (CV) dan Resume adalah dua hal penting dalam melamar pekerjaan. Meskipun seringkali disamakan, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Menurut Nolan Church, CEO Continuum dan mantan talent acquisition Google, ada ‘red flag’ utama yang dapat membuat resume Anda terlihat kurang menarik bagi perusahaan.

Apa saja yang harus diperhatikan dalam menyusun resume yang efektif? Temukan tips dan panduan berguna dari artikel ini, serta bagaimana teknologi seperti ChatGPT dan Grammarly dapat membantu Anda meraih perhatian perusahaan.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Curriculum Vitae vs. Resume: Perbedaan dan Tips Menulis yang Efektif

Sebuah Curriculum Vitae (CV) atau resume merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan dengan matang sebelum kita melamar pekerjaan. Jika salah menyusunnya, peluang kita untuk mendapatkan perhatian dari perusahaan akan sulit.

Meskipun CV dan resume terlihat mirip, sebenarnya keduanya memiliki perbedaan. Secara umum, resume berisi ringkasan atau gambaran singkat tentang keahlian yang relevan dengan posisi yang diinginkan.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

Menurut Nolan Church, CEO Continuum yang juga mantan talent acquisition Google, terdapat ‘red flag’ utama pada resume pelamar yang sering ditemui, yaitu isi yang terlalu berlebihan dan tidak memiliki bobot yang kuat.

Church menyatakan, “Orang seringkali kesulitan menjelaskan apa yang telah mereka lakukan di pekerjaan sebelumnya secara singkat.” Ia menyarankan agar di bawah setiap judul pekerjaan, seharusnya hanya ada beberapa poin yang ditulis dalam satu baris.

Namun, seringkali orang menuliskannya dalam tiga hingga empat kalimat per poin.

Bagi Church, pelamar yang tidak dapat menjelaskan dengan singkat apa yang telah mereka lakukan selama berkarier, kemungkinan besar juga tidak akan bisa berkomunikasi secara efektif di tempat kerja. Hal ini dapat menyebabkan pelamar kehilangan kesempatan untuk melanjutkan proses seleksi.

Oleh karena itu, Church menekankan beberapa hal yang harus diperhatikan oleh para pelamar ketika menulis resume. Pertama, pastikan tidak ada kesalahan ejaan dalam kalimat.