Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Berita

Habiskan Anggaran Ratusan Miliar, Long Storage Kalimati Tak Difungsikan

A. Daroini
×

Habiskan Anggaran Ratusan Miliar, Long Storage Kalimati Tak Difungsikan

Sebarkan artikel ini
Habiskan Anggaran Ratusan Miliar Long Storage Kalimati Tak Difungsikan

MEMO, Sidoarjo : Proyek pemerintah pusat bernilai ratusan miliar di Sidoarjo mangkrak. Sejak rampung dibangun, waduk atau long storage Kalimati ini belum difungsikan sesuai rencana.

Proyek dengan nilai kontrak sebesar Rp.378 miliar yang dibangun melalui skema Multi Years Contract (MYC) oleh Kementerian PUPR melalui BBWS Brantas sejak tahun 2017 dan telah rampung tahun 2019 ini banyak mengundang kritikan publik.

Dewan Pakar DPP Partai Gerindra Ir.  H Bambang Haryo Soekartono misalnya, ia berulang kali mengkritik keras terkait kegunaan dan fungsi dibangunnya long storage yang menelan anggaran fantastis itu.

“Lihat kondisi nya dianggurkan seperti ini, dipakai irigasi juga tidak, dipakai untuk kepentingan air minum juga tidak. Pariwisata dan olahraga dayung juga tidak jadi terus untuk apa kita membangun dengan biaya yang begitu besar tapi tidak difungsikan,” sesal Bambang Haryo saat menengok kondisi long storage, Jumat (2/6).

Bahkan menurutnya, Perumda Air Minum Delta Tirta juga sama sekali belum memanfaatkan ketersediaan air di long storage ini, padahal BUMD tersebut baru bisa menyuplai maksimal 35% dari total air minum untuk warga Sidoarjo.

Tak hanya soal fungsi, pria yang akrab disapa BHS ini juga menyesal kan tanah yang dulunya menjadi area persawahan yang sehat dengan masa panen tiga kali dalam setahun, kini harus digantikan dengan waduk yang tidak berfungsi untuk masyarakat umum.

Waduk yang diharapkan dapat memakmurkan warga sekitar dengan manfaat dan kegunaannya. Rupanya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Sekitar 20 hektar lebih sawah yang berdempetan dengan long storage Kalimati alami kekeringan dan petani sering menanggung pedih nya gagal panen.

“Berapa puluh hektar dan berapa ton padi yang dulunya menjadi penopang ekonomi warga, harus dikorbankan dengan pembangunan yang belum dimanfaatkan sama sekali. Pak Presiden harus tau dan ini harus di viralkan ke seluruh Indonesia, bahwa proyek yang digarap kementerian PUPR tidak dimanfaatkan sama sekali. Ini dosa besar, rakyat lagi susah makan tapi dana anggaran dibuang-buang seperti ini,” tegas Bambang Haryo.

Proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini rencananya untuk mendukung kebutuhan air baku untuk Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Mojokerto melalui penampungan Long Storage Kalimati.

Bangunan yang berada di lintas dua kabupaten ini diawal progres pembangunan, rencananya akan dioptimalkan dengan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dengan menyediakan 1500 liter per detik, 1000 liter per detik untuk Kabupaten Sidoarjo dan 500 liter per detik untuk kabupaten Mojokerto.

Namun dari rangkaian perencanaan itu tak sedikitpun menunjukkan progres yang dapat direalisasikan. Gatot salah satu warga sekitar waduk mengatakan, kegunaan long storage hingga saat ini memang belum memberikan dampak atau manfaat kepada warga sekitar.

“Manfaat nya tidak ada ke pertanian apalagi masyarakat sekitar. Dan ini perlu pemerintah mendengar aspirasi rakyat lapisan bawah ini,” pungkas Gatot.