Example floating
Example floating
Daerah

5 Sapi Yang Dipersiapan Untuk Kurban Idul Adha, Teridentifikasi Virus PMK

A. Daroini
×

5 Sapi Yang Dipersiapan Untuk Kurban Idul Adha, Teridentifikasi Virus PMK

Sebarkan artikel ini
sapi kurban terinveksi virus PMK

Di tengah penyebaran virus PMK dan perayaan Idul Adha, kebutuhan sapi untuk korban biasanya eningkat. Namun, karena terserang penyakit PMK, mebuat warga khawatir. Di Tangerang, 5 ekor sapi untuk penyiapan Iduladha 1443 Hijriah di Kabupaten Tangerang, positif terkena penyakit kuku dan mukut (PMK).

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang Hustri Windayani menjelaskan,sapi yang positif PMK ini sebagai hasil pengangkutan dari wilayah Wonogiri, Jawa tengah.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

“Lima ekor sapi yang positif itu datang dari daerah Wonogiri, Jawa tengah dan hal itu dijumpai berdasar hasil tes laboratirium yang sudah dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang kemarin,” katanya

Hustri menyebutkan, agar semakin lebih meyakinkan supaya tidak menulari beberapa puluh hewan ternak yang lain, petugaspun sudah ambil contoh darah dan liur punya sapi dan kambing yang lain untuk dicheck di laboratorium Balai Veteriner Subang, Jawa Barat.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

“Ditambah sapi-sapi dan kambing yang ada dilokasi ini sebagai penyiapan perayaan Hari Raya Idul Adha nanti,” tegasnya.

Ia akui, pihaknya telah tiba ke lokasi peternakan yang ada di daerah Kecamatan Curug itu, untuk lakukan penyembuhan pada lima ternak sapi PMK itu.

Baca Juga: Tiket Kereta Api Masih Tersedia!! Daop 7 Madiun Beri Diskon Klas Eksekutif Saat Arus Balik Lebaran H+5

“Penyembuhan dilaksanakan dengan memberikan obat menurunkan demam, multivitamin, dan antiobiotik untuk menahan berlangsungnya infeksi oleh kuman atau bakteri secara terus-menerus,” paparnya.

Hustri menambah, Pemerintahan Kabupaten Tangerang juga melakukan penutupan lokasi, dan hewan-hewan di kandang itu dan tidak boleh keluar atau dipasarkan dulu sepanjang pengawasan dan akses keluar masuk untuk orang terbatasi.