Example floating
Example floating
Home

Benteng Istana Majapahit Mirip Tembok Cina Ditemukan Warga di Alas Gunung Kutogirang

A. Daroini
×

Benteng Istana Majapahit Mirip Tembok Cina Ditemukan Warga di Alas Gunung Kutogirang

Sebarkan artikel ini
Benteng Istana Majapahit Mirip Tembok Cina Ditemukan Warga di Alas Gunung Kutogirang

Mojokerto, Memo

Situs kuno mirip tembok raksasa yang konon sisa Kerajaan Majapahit tengah menghebohkan jagat maya. Bangsa Indonesia dikenal memiliki segudang cerita sejarah kerajaan, adat istiadat, dan situs peninggalan peninggalan kuno, warisan nenek moyang pada zaman doeloe.

Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"

Walaupun telah banyak yang ditemui serta tertulis di buku- buku pelajaran, nyatanya bila ditelusuri lebih lanjut, masih banyak aset kerajaan kuno yang belum dikenal serta terdengar asing untuk warga. Salah satunya terungkap dalam kanal YouTube Kuno Brono.

Akun Youtube itu menengarai bahwa  tembok raksasa yang mirip Tembok Besar Cina. Situs itu terletak di tengah hutan Gunung Kutogirang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Dikatakan, tembok itu terbuat kurang lebih abad ke- 15, di bawah kepemimpinan Raja Girindrawardana.

Baca Juga: Kekayaan Alam Jawa Timur: Daerah Penghasil SDA Lengkap

Si pemilik akun memperlihatkan secara perinci bila tembok yang memanjang itu mempunyai ketebalan kurang lebih 2 m. Diperkirakan, ketinggiannya kurang lebih 4 m serta panjangnya menggapai 300 metar.

Posisinya terletak di dasar tumbuhan mangga serta tumbuhan pisang, setelah itu ada tumbuhan lompong alias daun talas yang sangat berlimpah di sekitarnya. Sayang, batu bata tebal yang tersusun pada tembok raksasa itu telah roboh serta diselimuti lumut dan rumput liar yang hijau.

Baca Juga: DPR Desak BPOM Razia Kurma Berpengawet Selama Bulan Ramadhan

” Jadi panjangnya itu kurang lebih 300 m. Panjang sekali. Sayangnya ini telah ambruk serta lumut sekali,” ucap pemilik akun, dilansir Sabtu( 14/ 5/ 2022). Si pemilik akun menyelipkan sedikit data terpaut situs bangunan kuno Indonesia.

Katanya, bangunan era dulu tidak membutuhkan semen selaku perekat batunya. Cuma ditumpuk begitu saja, sebab orang pada era itu mempunyai kesaktian tertentu.

” Gak perlu semen telah kokoh sekali semacam ini. Jadi tuh tebal- tebal sekali batu batanya,” katanya lagi. Posisinya yang jauh dari pemukiman penduduk, persisnya di tengah hutan hening yang tertutup dengan semak belukar serta rumput yang mengelilingi tembok tersebut, membuat situs mempunyai sejarah ini cuma dikenal oleh penduduk setempat saja.

Walaupun demikian, sampai disaat ini belum terdapat riset secara tentu apakah benar bangunan tersebut merupakan situs Majapahit.