Surabaya, Memo
Badan Amil Zakat Nasional Kota Surabaya sanggup menghimpun zakat dari Aparatur Sipil Negeri di area Pemerintah Kota Surabaya rata- rata Rp 2 miliyar tiap bulan.
Baca Juga: Viral Pemudik Nyasar ke Sawah Sleman Akibat Navigasi Digital Jalur Alternatif Dihapus
” Kami mengucapkan terima kasih kepada segala Aparat Sipil Negeri di area Pemkot Surabaya yang sudah bersedia membagikan zakat kepada Badan Amil Zakat Nasional buat disalurkan kepada warga yang memerlukan,” kata Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional Kota Surabaya Moch Hamzah di Surabaya, Jumat.
Bagi ia, dengan zakat yang dikumpulkan rata- rata Rp2 miliyar tiap bulan tersebut, hingga bila dihitung secara kumulatif sepanjang 7 bulan, hingga Badan Amil Zakat Nasional Surabaya sudah menghimpun zakat sebanyak Rp14 miliyar.
Baca Juga: Dari Blitar Berprestasi, Kini Muklisin Buka Babak Baru Kolaborasi di Banyuwangi
Hamzah berkata, Badan Amil Zakat Nasional merupakan lembaga pemerintah non- struktural, hingga tiap kegiatan yang dicoba hendak dilaporkan kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Awal, laporan penilaian program sepanjang bulan Ramadhan, ialah mentasarufkan ataupun mendistribusikan zakat untuk fakir miskin serta duafa dalam wujud duit tunai serta sembako.
” Menyalurkan 200 sofa roda dan memberikan 6. 500 paket sembako yang disalurkan lewat Unit Pengumpul Zakat( UPZ) yang menyebar di 31 kecamatan di Kota Surabaya,” kata Hamzah.
Baca Juga: Otoritas Pajak Bidik Sepuluh Korporasi Sawit Kakap Terkait Indikasi Manipulasi Setoran Negara
Tidak hanya itu, Badan Amil Zakat Nasional pula memberikan 6. 500 nasi kotak buat berbuka puasa lewat UPZ di masing- masing kecamatan dan mendistribusikan 3. 750 nasi kotak sepanjang 11 hari buat sahur pada 97 panti asuhan di Kota Surabaya.
Tidak cuma itu saja, lanjut Hamzah, bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Surabaya( HJKS) ke- 729, Badan Amil Zakat Nasional Surabaya berencana menyalurkan 729 sofa roda serta 7. 290 paket sembako buat MBR.
” Kami pula berencana buat menyerahkan ijazah spesial SMA/ Sekolah Menengah Kejuruan(SMK). Lewat program tebus ijazah, perihal ini cocok dengan komitmen Wali Kota Eri Cahyadi yang menginginkan warga Kota Surabaya siap terjun di dunia kerja,” ucap ia.












