Example floating
Example floating
Infobis

HIPMI Jaya: Jakarta Jadi Pusat Bisnis Dunia, Setelah Ibukota Pindah ke Kaltim

A. Daroini
×

HIPMI Jaya: Jakarta Jadi Pusat Bisnis Dunia, Setelah Ibukota Pindah ke Kaltim

Sebarkan artikel ini
alexametrics

HIPMI Jaya: Jakarta Jadi Pusat Bisnis Dunia, Setelah Ibukota Pindah ke Kaltimm – Pemerintah telah meresmikan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) bernama Nusantara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Hal tersebut seiring dengan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ibu Kota Negara menjadi undang-undang dalam Rapat Paripurna DPR RI beberapa waktu lalu.

Mengomentari itu, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia DKI Jakarta Raya (HIPMI Jaya) Sona Maesana mengungkapkan, pihaknya akan berupaya menjadikan ekonomi Indonesia lebih baik. Para pengusaha akan bersinergi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian, bisnis dan budaya.

Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berikan Program “Silaturahmi” Diskon Hingga 20 Persen untuk Kelas Eksekutif

“Kami akan menjadikan Jakarta sebagai jantung baru untuk masa depan Indonesia,” kata Sona dalam webinar, Senin (25/1).

Sona mengatakan, Indonesia dapat meniru kesuksesan beberapa negara yang memindahkan Ibu Kotanya seperti Australia, Turki, dan Malaysia. “Ibu kota negara yang lama sebagai pusat perekonomian, setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara,” sebutnya.

Baca Juga: H2+1 Lebaran 1447 H Daop 7 Madiun Catat Berangkatkan Lebih  17 Ribu Penumpang Dihimbau Bawa Bagasi Sesuai Aturan

Menurutnya, negara-negara yang memisahkan antara kota pemerintahan dan kota bisnis mampu fokus dalam melaksanakan pembangunan. Sebab, Ibu Kota Negara yang lama dapat menjadi pusat perekonomian suatu negara.

Selain itu, perpindahan Ibu Kota Negara juga dapat mengurangi beban Jakarta yang padat sebagai kota pusat pemerintahan sekaligus kota bisnis. Sehingga, diharapkan semua masyarakat dapat mendukung rencana besar pemerintah untuk kemajuan negara.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Soba menambahkan, masyarakat sebaiknya tidak menyampaikan pernyataan-pernyataan yang bisa menimbulkan perpecahan, yang mengandung unsur SARA. Sebab, saat ini kita semua sudah berjuang dalam menghadapi pandemi yang melumpuhkan hampir segala aspek kehidupan.

“Perbedaan pendapat merupakan fitrah manusia tetapi saya berharap mari kita dukung pemerintah dengan bergandengan tangan,” pungkasnya.