
Memo.co.id
Presiden RI Joko Widodo, akhirnya mengumumkan nama nama menteri baru hasil perombakan Kabinet Kerja (reshuffle) jilid II. Presiden mengumumkanuntuk mempercepat kinerja Kabinet Kerja.
“Ada masalah yang segera diatasi. Masalah kemiskinan, kesenjangan antara si kaya dan si miskin, dan kesenjangan antar wilayah, ini masalah yang mendesak penyelesaiannya. Kita harus mempercepat perekonomian, membuka lapangan kerja, mengurangi pengangguran, dan meningkatkan kesejahteraan,” kata Presiden di halaman belakang Istana Merdeka, hari ini.
Presiden ingin para menteri selalu berusaha maksimal agar kabinet kerja bisa bekerja lebih cepat, efektif, solid, saling mendukung sehingga hasil kerjanya nyata.
Dalam reshuffle kali ini, ada empat menteri baru yang berasal dari kalangan parpol, yaitu Wiranto (Hanura), Airlangga Hartarto (Golkar), Enggartiasto Lukito (Nasdem), dan Asman Abnur (PAN). Sementara sisanya dari kalangan profesional seperti Sri Mulyani (Managing Director World Bank), Budi Karya Sumadi (Dirut PT Angkasa Pura II), Muhadjir Effendy (mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang), Arcandra Tahar (Petroneering Houston), Eko Putro Sanjoyo (presiden direktur PT Sierad Produce Tbk dan politisi PKB).
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












