Malang, Memo
Tragedi maut tabrakan kereta api dengan mobil toyota Yaris, di lintasan kereta api tanpa palang, terjadi di Krajan Desa Jatiguni , Sumberpucung, Malang. BOcah SD, meninggal dunia, akibat tabrakan maut itu.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Persimpangan kereta api tanpa pintu di Dusun Krajan, Desa Jatiguwi, Distrik Sumberpucung, Kabupaten Malang, kembali mengklaim kematian seorang anak, pada pada Senin , kemarin.
Tabrakan terjadi antara satu unit Toyota Yaris N 1869 GX oleh kereta transportasi Dhoho di Surabaya-Blitar. Acara terjadi sekitar pukul 12.00 WIB.
Seorang anak, Nindya Valian Ramadani, sekolah dasar kelas enam meninggal di tempat kejadian. Ketika kejadian itu terjadi, mobil itu didorong oleh ibu, Vina Anggraini yang juga merupakan penduduk Jatiguwi, Distrik Sumberpucung.
Diketahui, Nindya baru saja kembali dari sekolah di SDN 11 Sumberpucung.
Ada acara try out, terus dijemput oleh ibunya, ” kata Dwi Puput, salah satu guru SDN 11 Sumberpucung, bertemu di tempat kejadian.
Kronologi kejadian dimulai ketika mobil yang didorong oleh Vina dengan Nindya berkendara dari utara ke selatan, bersama dengan kereta yang melaju kencang yang melaju dari timur ke barat.
Diduga, Vina tidak tahu kereta itu datang dari timur. Apalagi persimpangan tanpa memiliki pintu sampai tabrakan tidak bisa dihindari.
Setelah kejadian itu terjadi, korban Nindya segera dievakuasi ke Pusat Kesehatan Sumberpucung. Sementara ibunya, Vina, dievakuasi ke Rumah Sakit Ramdani Jatikerto. Vina menderita cedera serius karena insiden itu.












