Example floating
Example floating
Daerah

Penyaluran BLT Desa Wringin Anom Di Nilai Tak Tepat Sasaran, Menimbulkan Gejolak Warga

A. Daroini
×

Penyaluran BLT Desa Wringin Anom Di Nilai Tak Tepat Sasaran, Menimbulkan Gejolak Warga

Sebarkan artikel ini

[ad_1]

Situbondo, Memo

Baca Juga: Awalnya YAKUZA MANEGES Kediri Telah Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Kredit Fiktif Oknum Polisi

Bantuan Langsung Tunai ( BLT) Didesa Wringin Anom Kecamatan Panarukan Kabupaten Situbondo Jawa Timur , Kamis (4/6/2020) diduga tidak tepat sasaran. Hal tersebut mengunda iang gejolak warga setempat.

Berdasarkan pengaduan yang diterima oleh Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) eks Kerisidenan Besuki ( Tapal Kuda) ada beberapa warga miskin didesa setempat tidak mendapatkan bantuan BLT, warga kecewa dengan pihak desa yang dinilai Pilih Kasih.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Mereka warga miskin adalah Nur Hasanah, Sahani, Samaati, Suhartini warga kampung Sadrang desa Wringin Anom mengaku kecewa karena selama ini mereka tidak pernah mendapatkan bantuan apapun yang sudah menjadi program pemerintah melalui desa.

” Demi Allah pak mulai dulu sampai sekarag saya tidak mendapatkan bantuan apapun, bahkan Bantuan BLT ini , saya orang miskin , rumah saya dari gedek seandaianya ada kucing masuk tanpa lewat pintu pun, gedeg saya akan jebol karena rumah saya rapuh, saya heran kenapa orang yang mampu didesa saya dapet BLT kenapa saya tidak dapat? ini gk adil dan pilih kasih,” ungkap Sahani.

Baca Juga: Sinergi LDII dan Ponpes Wali Barokah Kediri Wujudkan Kesalehan Sosial Melalui Santunan Anak Yatim dan Dhuafa

Menurutnya , penyaluran BLT desa Wringin Anom di nilai tak tepat sasaran, masih banyak warga miskin yang tidak terdata oleh pihak desa. ia mengaku pernah mendatangi kantor desa Wringin Anom menemui Kepala desa namun arahan maupun jawaban Kepala desa di anggap normatif, sehingga mereka tidak puas dengan penjelasan kepala desa, dari itulah mereka tidak mendapatkan keadilan dan kebijaksanaan dari kepala desa. Warga berharap dan meminta kepala desa membuka hati nuraninya terhadap hak -hak warga miskin.