Memo, Jakarta — Sosok AKBP Netty Rosdiana Siagian menyita perhatian publik usai secara mengejutkan mengundurkan diri dari institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Mantan perwira menengah yang dikenal memiliki rekam jejak akademik cemerlang dengan gelar Doktor Ilmu Hukum predikat cum laude dari Universitas Sriwijaya ini secara tegas memilih melepas seragam bhayangkara ketimbang mengorbankan prinsip integritas pribadi yang diyakininya.
Perjalanan karier Netty di kepolisian dipenuhi dengan deretan penugasan strategis dan pengawalan VVIP skala internasional. Istri dari Karorenmin Stamaops Mabes Polri Brigjen Pol Puji Santosa ini pernah dipercaya memimpin unit legendaris pengawal bermotor The Road Force Blue Ditlantas Polda Metro Jaya pada 2005.
Dalam peran tersebut, ia mengendalikan sepeda motor gede (moge) untuk mengawal tokoh dunia, termasuk mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton, serta sempat mengemban amanah sebagai ajudan mendiang Ibu Negara Ani Yudhoyono.

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjabat posisi kewilayahan penting, mulai dari Kapolsek Sunda Kelapa pada 2018 hingga Kapolsek Metro Menteng pada 2022.
Selain berprestasi di lapangan, Dewan Pembina Women Lawyer Club yang juga peraih anugerah Polwan Tangguh AMKI Kartini Award 2026 ini dikenal aktif membagikan ilmu hukumnya di berbagai perguruan tinggi.
Melalui unggahan di akun media sosial resminya @netty_diana, Netty menegaskan bahwa langkah mundur tersebut diambil secara sadar atas kehendak diri sendiri tanpa tekanan dari pihak mana pun.
“Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini. Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip,” tulis Netty dalam keterangannya.
Keputusan mengundurkan diri ini menandai akhir perjalanan tugas seorang Polwan berprestasi yang memilih menutup masa dinasnya dengan memegang teguh nilai keprinsipan pribadi.












