Memo, Jakarta — Anggota Komisi III DPR RI Adang Daradjatun mendesak kepolisian dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas aliran dana serta keterlibatan pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung jaringan narkotika pascapenggerebekan besar-besaran di kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Adang di Jakarta pada Senin (2/11/2026) menyusul operasi penindakan serempak yang dilakukan oleh tim gabungan Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, hingga Satuan Brimob pada Minggu (1/11/2026).
Langkah pengawasan ketat dari legislatif ini disuarakan agar penindakan lapangan oleh aparat tidak berhenti pada penangkapan kurir atau pengedar kecil semata, melainkan mampu membongkar hingga ke akar pengendali utama.
Menurut Adang, penelusuran aset dan aliran dana hasil kejahatan narkotika menjadi kunci utama agar jaringan sindikat terorganisir tersebut tidak lagi memiliki modal untuk membangun bisnis ilegalnya kembali di kemudian hari.
“Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi seluruh aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat,” ujar Adang pada Senin (2/11/2026).
Adang mengapresiasi keberanian serta sinergi lintas lembaga yang berhasil mengamankan puluhan tersangka dan barang bukti di kawasan rawan tersebut.
Namun, ia mengingatkan agar proses penegakan hukum dilanjutkan secara komprehensif lewat pendekatan pencegahan, rehabilitasi korban, hingga pemberdayaan lingkungan sosial warga setempat.
“Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan agar jaringan narkoba tidak memiliki kemampuan untuk kembali membangun bisnis ilegalnya,” tegas Adang.
Sebelumnya, penggerebekan beruntun di Kampung Bahari yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol. Bismo Teguh Prakoso berhasil menjaring sebanyak 27 orang terduga pelaku peredaran gelap narkotika beserta penyitaan barang bukti berupa senjata api.
Kepolisian mengonfirmasi bahwa operasi kolaboratif ini sengaja digelar secara mendadak dan serentak dari berbagai penjuru untuk menyisir seluruh titik terisolasi yang kerap dijadikan benteng persembunyian para pelaku.












