Memo, Lumajang — Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur kembali melonjak setelah tercatat tiga kali mengalami letusan beruntun pada Senin (14/9/2026) pagi. Peningkatan frekuensi erupsi ini menegaskan kondisi Gunung Semeru Siaga (Level III) masih menyimpan ancaman bahaya tinggi bagi warga di sekitarnya.
Pos Pengamatan Gunung Api Semeru mendeteksi rangkaian erupsi tersebut berlangsung sejak pukul 05.53 WIB hingga 10.00 WIB. Letusan hebat ini melontarkan kolom abu tebal berwarna putih hingga kelabu setinggi 1.000 meter di atas puncak, yang kini melayang bergerak ke arah timur.
Rekaman seismogram menunjukkan aktivitas fisik letusan memiliki amplitudo maksimum 23 mm dengan durasi gempa erupsi mencapai 140 detik. Intensitas material abu yang pekat memperluas paparan risiko di wilayah lereng gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut.
“Gunung Semeru mengalami erupsi dengan kolom abu teramati setinggi 1.000 meter. Kolom abu teramati berwarna kelabu,” tegas Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam keterangan resminya, Senin (14/9/2026).
Menanggapi eskalasi ini, petugas menerbitkan peringatan ketat agar masyarakat melarang seluruh aktivitas dalam radius 13 kilometer dari pusat erupsi. Kawasan sektoral sepanjang alur sungai berhulu di puncak juga berada dalam pemantauan ekstra akibat bahaya sekunder yang mengintai.
Rekomendasi keselamatan difokuskan pada potensi luncuran awan panas guguran (APG), lahar hujan, hingga aliran lava pijar. Sungai-sungai utama yang berhulu di Semeru diminta untuk dihindari sepenuhnya hingga kondisi kembali terkendali.
“Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas di radius 13 kilometer dari puncak,” imbau Sigit mengakhiri arahan mitigasi kebencanaan.












