Memo, Kediri — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melalui Pos Pengamatan Gunungapi Kelud melaporkan rekaman tiga gempa tektonik jauh pada periode pengamatan terkini, tetapi mengonfirmasi status gunung api aktif tersebut tetap bertahan aman di Level I (Normal).
Petugas pos pengamatan mencatat getaran getar seismik dari gempa tektonik jauh tersebut memiliki amplitudo 2–7 milimeter dengan durasi berkisar antara 58 hingga 80 detik. Meski getaran terasa di instrumen pengukur, tidak ada indikasi kenaikan aktivitas vulkanik internal yang membahayakan keselamatan warga setempat maupun pengunjung.
Kendati kondisi secara umum relatif aman, otoritas tetap mengeluarkan instruksi tegas melarang wisatawan mendekati atau turun ke dasar kawah guna mengantisipasi potensi bahaya gas beracun.
Pengamatan Visual dan Parameter Kawah Tetap Stabil
Dari hasil evaluasi visual di lapangan, area puncak Gunung Kelud terpantau cerah hingga tertutup kabut tipis (0-I) tanpa adanya kemunculan asap kawah yang menyembur. Pantauan kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan air danau kawah masih berhias warna kehijauan yang khas.
Selain itu, instrumen telemetri mencatat fenomena bualan air di tengah danau teramati samar-samar dengan suhu air danau berkisar stabil di angka 29,07 derajat Celsius.
Masyarakat serta wisatawan diimbau untuk mematuhi seluruh rekomendasi teknis yang dikeluarkan oleh PVMBG dan Badan Geologi. Petugas meminta warga agar senantiasa memperbarui informasi resmi mengenai dinamika gunung api dan tidak mudah terpancing rumor yang tidak terverifikasi.












