Example floating
Example floating
Peristiwa

64 Santri Dinyatakan Meninggal, Basarnas Pertanggungjawabkan Operasi SAR Internasional di Hari Kedelapan

A. Daroini
×

64 Santri Dinyatakan Meninggal, Basarnas Pertanggungjawabkan Operasi SAR Internasional di Hari Kedelapan

Sebarkan artikel ini
64 Santri Dinyatakan Meninggal, Basarnas Pertanggungjawabkan Operasi SAR Internasional di Hari Kedelapan

Langkah ini, yang disupervisi oleh tenaga ahli dari ITS, dilakukan untuk memastikan korban dievakuasi dalam kondisi utuh dan tidak menyebabkan dampak lebih lanjut pada bangunan sekitar. “Keren kita memiliki kemampuan tidak lebih dari 5 ton,” jelas Kepala Basarnas, menegaskan bahwa setiap material yang diangkat harus terukur dan “tidak lebih dari 5 ton.”

Mengatasi Kritik dan Beban Moral Tim SAR

Meskipun 91 orang telah berhasil diselamatkan secara mandiri pada hari pertama, Basarnas harus menghadapi kritik dan tekanan publik yang menyebut operasi berjalan lambat, terutama dari pihak keluarga korban.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Kepala Basarnas menyampaikan pemahaman penuh terhadap perasaan tersebut, namun ia membela profesionalisme timnya.

“Saya selaku Kepala Badan SAR Nasional sangat paham terhadap perasaan itu,” katanya, tetapi menegaskan bahwa operasi yang dilaksanakan “bisa saya pertanggungjawabkan baik secara nasional maupun internasional”.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Ia menolak anggapan tim hanya bekerja manual, menekankan bahwa Basarnas menggunakan peralatan standar internasional dan tidak bertindak berdasarkan emosi. “Kita ini sebenarnya punya ilmu,” ujarnya, menggarisbawahi pentingnya ilmu pengetahuan dalam setiap tindakan penyelamatan.

Beban moral yang dipikul tim penyelamat juga terasa berat. “Kalau ada yang jeli melihat ekspresi mereka, lelah. Ekspresinya mereka seolah-olah gontai,” ungkap Kepala Basarnas, saat tim gabungan sempat tidak menemukan temuan baru. Kondisi ini memperlihatkan bahwa di balik profesionalisme tinggi, ada unsur kemanusiaan yang menjadi motivasi utama mereka.

Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum

Body Part dan Akhir dari Fase Search and Rescue

Terkait temuan enam body part dalam total korban, Basarnas meminta media dan masyarakat untuk tidak memperdebatkannya. “Body part itu sebenarnya secara tidak langsung itu terbagi menjadi… dikatakan body kalau misalkan ada di pangkal paha sampai ke atas sampai ke leher, tapi dikatakan part kalau itu misalkan oh potongan tangan, potongan kaki,” jelasnya, merujuk pada protokol Insarak.

DVI (Disaster Victim Identification) akan bertanggung jawab untuk mengonfirmasi identitas korban dari temuan tersebut.

Kepala Basarnas juga mengoreksi miskonsepsi mengenai perpanjangan operasi. Ia menjelaskan bahwa meskipun operasi mandiri Basarnas normalnya berakhir dalam 7 hari, karena kejadian ini merupakan operasi khusus dan dikategorikan bencana nasional, operasi SAR akan dinyatakan selesai hanya “setelah benar-benar kita clear terhadap lokasi kejadian,” dan dipastikan tidak ada korban lagi di reruntuhan.

Setelah fase search and rescue ini tuntas, kegiatan penanganan akan dilanjutkan oleh BNPB dan kementerian terkait.