“Kita seringkali mendapati bahwa saat musim haji, ada sopir-sopir yang sifatnya dadakan, tidak melalui proses sertifikasi yang memadai. Mereka bahkan tidak mengetahui rute perjalanan dengan baik dan mengemudi di luar ketentuan yang ada. Ini tentu menjadi catatan penting yang harus diperbaiki,” ucapnya.
Maman menambahkan pentingnya peran pemandu atau *guide* dalam mengingatkan para sopir untuk selalu berhati-hati dalam mengemudi ketika membawa para jemaah. Menurutnya, para pemandu juga harus aktif dalam memeriksa kondisi kendaraan yang akan digunakan oleh jemaah, guna memastikan bahwa kendaraan tersebut selalu dalam kondisi baik dan aman untuk digunakan.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Jadi Terobosan 2 Skema Baru Negara Sita Harta Hasil Korupsi
“Begitu pula dengan para pemandu atau *mutawwif*, mereka harus selalu mengingatkan para pengemudi untuk tidak ugal-ugalan di jalan. Termasuk juga mungkin *guide* memiliki tanggung jawab untuk memeriksa kendaraan-kendaraan yang akan dinaiki oleh jemaahnya, memastikan semuanya dalam kondisi prima,” pungkasnya.












