NGANJUK,MEMO – Jalan aspal tapi berdebu. Kalimat kiasan itu menggambarkan kondisi real fisik jalan milik daerah yang ada di Dusun Wonoasri Desa Ngadirejo, Tanjunganom terdeteksi sudah tiga tahun belum tersentuh APBD.
Karena termakan usia atau molornya penanganan dari dinas PUPR, akibatnya lapisan aspal di ruas jalan sepanjang kurang lebih 500 meter itu nyaris amblas hanya tersisa 20%.

Lambannya penanganan berimbas memperparah fisik jalan berubah jadi jalur rawan kecelakaan.Faktanya, tidak sedikit pengendara terjatuh terperosok dari lobang dalam jalan. Terutama saat tergenang air hujan.
” Belum lama ini saat musim hujan ada pengendara yang jadi korban laka akibat terperosok ke lobang jalan,” ucap Mustopo warga setempat.
Hal senada disampaikan Bunyani mantan ketua RW 01 Dusun Wonoasri mengaku untuk mengurangi korban laka, warga rela gotong royong menutup lobang lobang jalan dengan materiil seadanya. ” Itupun dibiayai sendiri,” ujar Bunyani.

Ditanya harapan, Bunyani berharap pihak daerah untuk segera turun tangan bangun jalan wonoasri yang sudah tiga tahun rusak terlantar.
” Pernah disurvey dan di foto foto oleh pegawai kabupaten. Dan saya masih ingat katanya orang kabupaten jalan wonoasri akan dibangun antara bulan Juni dan Juli,” ujar Bunyani.

Dari nara sumber lain menjelaskan bahwa pengajuan pembangunan jalan wonoasri setiap tahun diusulkan lewat Musrenbang kecamatan dan kabupaten.
” Setiap tahun anggaran kita usulkan, tapi sampai detik ini belum ada kabar. Hanya diinformasikan pengerjaan dimulai bulan Juni , tapi ini sudah akhir bulan Juni kok belum ada kabar pasti,” kata nara sumber.
Sementara itu saat wartawan memo.co.id menghubungi Onny selaku kepala bidang jalan dan jembatan dinas PUPR untuk menanyakan jadwal pembangunan jalan wonoasri tidak nyambung. ( Adi )












