Fajar bahkan memberikan apresiasi tinggi kepada para calon PMI dengan menyebut mereka sebagai pahlawan-pahlawan bangsa. “Dan berbanggalah menjadi pekerja migran yang akan mengembangkan diri di negara-negara lain,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyampaikan bahwa program ini merupakan salah satu fokus utama kementeriannya. Program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas keterampilan dan memperkuat karakter para calon PMI.
“Bagi kita, baik bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri, keduanya memberikan keuntungan dan manfaat bagi bangsa ini. Jadi, konteks magang ini adalah untuk meningkatkan kompetensi. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, apalagi usianya masih sangat muda,” katanya memberikan motivasi.
Para calon PMI yang telah resmi dilepas ini akan ditempatkan di berbagai negara, termasuk Jepang, Jerman, Turki, dan beberapa negara lainnya. Yoshiro Kobi Utsman, Founder SMK Mitra Industri MM2100, menyampaikan bahwa pengalaman magang di luar negeri akan menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi para calon PMI.
“Di sana, para peserta tidak hanya akan mempelajari keterampilan dan pengetahuan teknis, tetapi juga etos kerja yang penuh tanggung jawab,” jelasnya.
“Pentingnya komunikasi yang efektif di lingkungan kerja, kemampuan bekerja sama dalam tim, serta memiliki sikap profesional yang baik juga akan mereka rasakan. Keterampilan, pengalaman, dan sikap yang mereka peroleh di negara seperti Jepang akan sangat bermanfaat ketika mereka kembali ke Indonesia,” pungkas Kobi.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












