Sebagaimana diketahui, pada Pileg 2024 perolehan kursi PDIP di DPRD Kota Blitar turun dari 10 menjadi 8 kursi. Penurunan juga terjadi di DPR RI, dari tiga menjadi dua kursi. Kekalahan di pilkada turut menjadi bahan evaluasi partai. “Pada 2030 nanti, PDIP harus kembali menjadi pemenang,” tegasnya.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai posisinya sebagai Ketua DPC di tengah perubahan peta kepemimpinan DPRD, Yudi menegaskan kesiapannya menjalankan amanah apa pun dari partai. “Saya ini petugas partai. Saya siap ditempatkan di mana saja sesuai penugasan,” katanya.
Baca Juga: SPPG Tlumpu Disorot, Menu MBG di SMAN 1 Kota Blitar Dinilai Tak Layak, IPAL Bermasalah
Mengenai kemungkinan perubahan komposisi alat kelengkapan dewan maupun pimpinan DPRD, Yudi menegaskan bahwa hal tersebut sepenuhnya kewenangan DPP. Ia memastikan akan terus membangun komunikasi dengan para sesepuh dan tokoh partai sebagai bagian dari tradisi gotong royong di internal PDIP.
Untuk mengembalikan kepercayaan publik dan mendongkrak suara partai, Yudi memaparkan sejumlah strategi, antara lain memperkuat soliditas kader, meningkatkan kehadiran partai di tengah masyarakat, serta menghadirkan program yang benar-benar pro rakyat.
Baca Juga: Era Digital dan Tantangan Akurasi, Jairi Irawan Gelar Diskusi Bersama Jurnalis Blitar
“PDIP adalah partainya wong cilik. Identitas itu harus terus kita jaga,” ujarnya.
Ke depan, salah satu fokus utamanya adalah merangkul generasi Z dan kalangan muda. Nilai-nilai ajaran Bung Karno akan disampaikan secara lebih kontekstual agar tetap relevan dengan tantangan zaman, sehingga PDIP tetap menjadi rumah perjuangan lintas generasi di Kota Blitar.**
Baca Juga: Retribusi atau Pungli? Jalur Perbatasan Blitar–Malang Disorot












