“Wah, harganya mahal sekali,” tulis salah satu warganet.
“Apakah itu jus tebu edisi terbatas? Apakah ada bahan tambahan khusus?” sindir netizen lainnya.
Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota
Pemilik kios jus tebu tersebut mengatakan kepada Shin Min Daily News bahwa ia telah mengoperasikan kios tersebut selama 15 tahun dan tidak pernah menerima keluhan dari pelanggan. Harga minumannya juga tertera dengan jelas di kios tersebut.
Menurut laporan Economist Intelligence Unit, Singapura telah mempertahankan posisinya sebagai kota termahal di dunia untuk kesembilan kalinya dalam 11 tahun terakhir.
Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur
Data dari Numbeo, database terbesar di dunia tentang kota dan negara, menunjukkan bahwa perkiraan biaya hidup bulanan per orang di Singapura adalah sekitar 1.506 dolar Singapura.
Mengapa Es Tebu di Singapura Bisa Mahal? Analisis Harga dan Respon Netizen
Es tebu adalah minuman yang populer di Singapura dan di beberapa tempat lainnya, namun harga yang tinggi di food court Holland Village Market & Food Center mengejutkan banyak orang. Turis asal China, Liu, mengungkapkan kekagetannya ketika diminta membayar 5 dolar Singapura hanya untuk satu gelas es tebu, sementara ia hanya perlu membayar 6 dolar Singapura untuk satu porsi nasi daging sapi di warung terdekat.
Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya
Netizen pun bereaksi atas kejadian ini, menyebut harga es tebu tersebut terlalu mahal dan mempertanyakan alasan di balik kenaikan harga tersebut. Meskipun pemilik kios jus tebu menyatakan bahwa harga minumannya telah tertera jelas dan tidak ada keluhan dari pelanggan, tetapi fenomena ini tetap memunculkan pertanyaan tentang faktor apa yang membuat harga es tebu begitu tinggi di Singapura.