“Kawasan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para wisatawan, tetapi juga berkontribusi besar terhadap kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat sekitar,” tutur Budi Arie.
Ia juga menekankan bahwa koperasi memiliki peran strategis dalam pengembangan sektor pariwisata nasional. “Indonesia memiliki kekayaan alam dan potensi wisata yang luar biasa. Pariwisata harus menjadi sektor unggulan yang terus diperkuat dengan berbagai fasilitas pendukung,” tegasnya.
Presiden Direktur Koperasi BMI, Kamaruddin Batubara, menjelaskan bahwa Bukit Manik Indonesia diharapkan menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal. Kawasan wisata ini memiliki potensi kunjungan hingga 1.000 wisatawan setiap harinya.
“Dengan jumlah anggota koperasi yang mencapai 310 ribu orang, kawasan ini akan terus ramai. Ini adalah captive market yang menjanjikan, dan masih banyak potensi lain yang bisa kita kembangkan,” ujarnya.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik
Ke depan, BMI Group berencana untuk memperluas pengembangan kawasan Bukit Manik Indonesia dengan membangun galeri khusus yang dapat menampung hasil kerajinan serta produk UMKM masyarakat. Langkah ini diharapkan semakin memperkuat dampak positif kawasan wisata ini bagi ekonomi lokal.












