“Di kuarter terakhir, kami seperti kehilangan ritme permainan. Mungkin karena sempat terlena dengan keunggulan jauh. Ini menjadi pelajaran besar yang harus segera kami benahi bersama,” tambah Widyanta, yang mencetak sembilan poin dan tiga assist dalam laga tersebut.
Sebagai pemain senior, Widyanta juga menekankan pentingnya sinergi antara pemain lokal dan asing untuk meningkatkan kedalaman skuad Satria Muda. Kerja sama yang lebih solid dinilai akan membuat tim semakin tangguh dalam menghadapi lawan berat lainnya di IBL.
Pada pertandingan berikutnya, Satria Muda Pertamina Jakarta dijadwalkan menjamu Kesatria Bengawan Solo di Britama Arena, Jakarta, Jumat (17/1). Tim asuhan Youbel Sondakh ini akan menghadapi anak didik Efri Meldi, yang diperkuat oleh pemain-pemain bintang seperti Nuke Tri Saputra, Kevin Moses Poetiray, dan Abraham Wenas.
Dengan persiapan yang matang, Widyanta optimis timnya akan menunjukkan performa terbaik dan melanjutkan tren positif di kompetisi IBL 2025.












