
Bojonegoro, Memo.co.id
Sedikitnya, ada 86 perahu model alat transportasi penyeberangan Sungai Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, tidak dilengkapi dengan alat keselamatan. Pasalnya, alat transportasi tersebut dikelola perorangan dan belum diatur dalam undang undang.
Namun, alat transportasi tersebut keberadaannya sangat dibutuhkan warga sekitar yang lalu lalang menggunakan jasa tranportasi karena dipisahkan dengan Bengawan Solo. Kali tersebut juga sangat deras, terlebih di musim seperti ini. dbanyak warga yang masih memilih alat transportasi sungai ini untuk melakukan penyeberangan, meskipun nyawa menjadi taruhannya.
Setiap pagi maupun sore hari, penyeberangan perahu di tempat ini selalu dipadati warga yang akan akan melakukan penyeberangan.
Meskipun sering kali terjadi overload penumpang, nahkoda perahu tetap menjalankan aktivitas penyeberangan.
Keselamatan penumpang seolah kurang diperhatikan, mengingat arus Bengawan Solo yang mengalir di Kabupaten Bojonegoro cukup kencang.
Di Kabupaten Bojonegoro sudah dua kali terjadi insiden tenggelam perahu penyeberangan dan menewaskan belasan penumpangnya.
Kejadian perahu tergiuling iBengawan Kabupaten Tuban yang menewaskan tujuh santri Pondok Pesantern Langitan Tuban, setidaknya menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat lainnya.( jal )
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini











