“Walaupun Bandara Supadio bukan bandara internasional, risiko penyebaran HMPV tetap ada melalui konektivitas penerbangan dari berbagai wilayah, termasuk Batam dan Jakarta,” tambahnya.
Sebagai bagian dari langkah pencegahan, Zainul menekankan pentingnya pengawasan dan pemeriksaan terhadap penumpang serta alat angkut di bandara. Ia menegaskan, hingga kini belum ada laporan kasus HMPV di Kalimantan Barat, namun pemantauan terus dilakukan melalui surveilans di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas kesehatan lainnya.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Supadio, Muhamad Iwan Sutisna, menambahkan bahwa pihaknya bekerja sama dengan BKK Kelas 1 Pontianak untuk mendukung langkah pencegahan tersebut.
“HMPV memang menjadi perhatian utama bagi bandara internasional. Meski demikian, Bandara Supadio juga berpotensi terpapar karena tingginya mobilitas penerbangan domestik,” jelas Iwan.
Baca Juga: Umi Sjarifah, Pemred Media Sudut Pandang Raih Anugerah INDOPOSCO atas Dedikasi Jurnalistik












