Pemasangan paving di tengah area makam memang tidak bisa dihindari menyentuh beberapa makam lama. Namun, warga menilai manfaat sosial yang dihasilkan jauh lebih besar, terutama untuk kemudahan akses dan kenyamanan prosesi pemakaman ke depan.
Heru Santoso, salah satu tokoh masyarakat Desa Tlogo, mengatakan selamatan digelar sebagai ungkapan syukur sekaligus doa bersama.
Baca Juga: PSHT Kabupaten Blitar Murka! Pemkab Dituding Fasilitasi Kegiatan Ilegal Berkedok Halal Bihalal
“Hari ini warga tasyakuran di makam. Kami bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mendoakan para leluhur agar mendapat ridho Allah. Yang ditinggalkan semoga selalu diberi keselamatan dalam menjalani kehidupan,” tuturnya.
Sementara itu, Pemerintah Desa Tlogo melalui para pamong desa menyampaikan apresiasi atas kedewasaan warga dalam menyikapi perbedaan pendapat.
Baca Juga: Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar: Efisiensi atau Sekadar Panggung Pencitraan?
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga yang tetap menjaga guyub rukun. Berkat kebersamaan ini, pembangunan jalan makam bisa terlaksana dan hari ini ditutup dengan tasyakuran bersama,” ujar salah satu perangkat desa.
Selamatan tersebut berlangsung sederhana namun khidmat. Di antara doa dan kebersamaan, jalan makam yang sempat menuai perdebatan kini justru menjadi simbol kompromi, musyawarah, dan kepentingan bersama di Desa Tlogo.**
Baca Juga: Halal Bihalal PSHT Blitar, Seruan Perbaikan Diri Lahir dan Batin Menguat












